BANTUL – Kebijakan PLN memutus aliran listrik di wilayah terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) masih berbuntut panjang. Bahkan, melebar. Massa yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) dan Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara (APRTB) berencana membawa pemutusan aliran listrik secara sepihak ini ke ranah hukum.

“PLN tidak sanggup memenuhi hak-hak kami,” ketus Tim Kuasa Hukum Warga Budi Prasetya di sela mendampingi aksi demonstrasi PWPP-KP dan APRTB di Kantor PLN Distribusi Jateng dan DIJ kemarin (10/4).

Ancaman ini buntut pernyataan Manajer Area DIJ Eric Rossi Pryo Nugroho. Saat itu Eric mengisyaratkan PLN keukeuh menolak permintaan warga. PLN tetap mencabut suplai aliran listrik di wilayah terdampak pembangunan bandara.

“Kami akan tetap pada putusan pertama,” tegasnya.

PLN, kata Erik, baru bersedia menyalurkan suplai listrik dengan satu syarat. Yakni, atas permintaan PT Angkasa Pura selaku pemilik tanah.

“Karena prosedur PLN seperti itu,” ucapnya.

Sementara itu, Sofyan, perwakilan warga menuding PLN telah berbuat zalim. Menghilangkan salah satu hak 86 kepala keluarga. Juga, tempat ibadah. Bahkan, lanjut Sofyan, PLN telah melakukan maladministrasi.(cr1/zam/ong)