JOGJA – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 yang terpusat di kampung Gambiran, Pandean, Umbulharjo, Jogja fokus dalam pembangunan talud. Dalam pembangunannya menggunakan bronjong.

Menurut Dansatgas TMMD Letnan Kolonel Inf Rudi Firmansyah S.E.M.M mengatakan, pilihnya kawat bronjong dalam pembangunan talud, karena bronjong yang terbuat dari kawat baja lebih kuat dan kokoh dalam kegunaanya lebih tahan lama.

“Kemudian apa yang dimaksud dengan bronjong itu sendiri adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk mencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing dan tepi-tepi sungai,” ungkapnya Kamis (12/4/2018).

Adapun kegunaan dari pada bronjong itu sendiri, lanjutnya, sebagai penahan tebing di pinggiran sungai. Sedangkan bronjong kawat diisi bebatuan untuk menahan tanah agar tidak mudah longsor, sehingga tebing sungai pada pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai tidak mudah tergerus air sungai yang deras. “Pembuatan talud dengan bronjong banyak digunakan karena biayanya lebih murah dan efisiensi,” ungkapnya.

Pasiter Kodim 0734/Jogjakarta Kapten Inf Rino Triwidodo menurutkan, tujuan dari pada pembuatan talud dengan bronjong karena biaya lebih murah. Cara pembuatan talud lebih cepat dan bisa di rasakan langsung oleh masyarakat di bantaran sungai tersebut. “Mengingat cuaca sekarang tidak menentu sehingga pembutan talud dengan bronjong adalah solusi yang tepat dan cepat,” jelasnya. (yog/ila)