JOGJA – Rencana membuka Pasar Beringharjo sampai malam sebenarnya telah disosialisasikan Pemkot Jogja sejak lama. Itu bukan hal baru bagi pedagang sembako di sisi timur pasar tradisional ikon Kota Jogja itu, yang terbiasa beroperasi sejak dini hari. Namun tidak demikian dengan pedagang di sisi barat yang menjajakan suvenir dan pakaian. Mereka menjalani uji coba buka hingga pukul 21.00 sejak tadi malam (11/4). Hasilnya pun belum maksimal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Maryustion Tonang tak menampik hal tersebut. Tadi malam belum semua pedagang pasar membuka kios. Dari total 1.535 pedagang Beringharjo sisi barat, hanya 59,5 persen atau 914 pedagang yang buka sampai malam. Kendati demikian, Tion, sapaan akrab Maryustion, mengklaim hal tersebut sebagai awal yang baik.

Menurut Tion, dibukanya Pasar Beringharjo sampai malam berawal atas usulan wisatawan dan pengunjung Beringharjo. Menurutnya, banyak wisatawan yang kecele ketika datang di Pasar Beringharjo sore, ternyata sudah tutup. “Para pedagang pun menyambut baik. Pengunjung malam maupun siang sama ramainya,” klaimnya.

Dikatakan, perpanjangan waktu operasional Pasar Beringharjo bertujuan menambah atraksi malam kawasan Malioboro. Untuk memberi kesempatan para wisatawan yang belum sempat berbelanja ketika siang. Operasional Pasar Beringharjo yang biasanya mulai pukul 08.00-17.00 disamakan dengan mal dan toko-toko di sepanjang Malioboro.

Rosyid, pengunjung Beringharjo yang datang bersama rekan-rekan kantornya tadi malam, mengaku cukup antusias menyambut program Pemkot Jogja tersebut. Dia yang semula hanya berniat jalan-jalan di Malioboro pun menyempatkan belanja karena siang kemarin dia harus menjalani dinas.

Sementara mengenai masih banyaknya pedagang yang enggan membuka kios sampai malam diduga akibat terkendala shift jaga pegawai. Hal itu diakui Ambar Yuliastuti, salah seorang pemilik toko batik, yang tadi malam harus jaga kiosnya sendirian. “Ada dua pekerja sudah jaga sejak pagi. Kalau malam mereka tidak mau,” ungkapnya.Pedagang tekstil Sugino mengungkapkan hal senada. Meski tetap membuka toko saat peresmian hari pertama perpanjangan jam operasional Beringharjo, Sugiono bergegas menutup lapaknya setelah rombongan wali kota Jogja meninggalkan pasar usai acara seremonial. Pedagang asal Klaten, Jawa Tengah itu mengaku repot jika harus pulang malam lantaran setiap hari harus mengandalkan Bus Transjogja sebagai alat transportasi pulang pergi. “Kata petugas di shelter Transjogja hanya bisa sampai pukul 20.00,” ucapnya.

Selain alasan itu, Sugiono memprediksi, ramainya kunjungan malam wisatawan di Pasar Beringharjo hanya saat weekend. Di luar itu atau saat weekday, menurutnya, tidak banyak pengunjung. “Ya lihat besok, kalau ramai buka lagi sampai malam,” ujar pria paro baya itu.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap, aktivitas malam di Pasar Beringharjo bisa dimanfaatkan wisatawan untuk berbelanja. “Silakan wisatawan melihat dan berbelanja malam,” ujarnya berpromosi. (pra/yog/ong)