RADARJOGJA.CO.ID – Pemerintah terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada masyarakat terkait tertib berlalu lintas dan pajak kendaraan bermotor. Setelah meluncurkan Samsat Desa, kini Polda DIJ menggagas kampung tertib berlalu lintas. Sebagai mitra, PT Jasa Raharja (Persero) DIJ dan Dinas Perhubungan Pemkab Sleman pun ikut menyukseskan program teranyar tersebut.

Kampung yang dipilih sebagai projek percontohan tertib berlalu lintas yaitu Dusun Pendulan Desa Sumberagung Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman. Sebelum diresmikan sebagai kampung tertib berlalu lintas pada Minggu (15/5/2018), Polda DIJ bersama PT Jasa Raharja (Persero) DIJ dan Dinas Perhubungan Pemkab Sleman menggelar sosialisasi pada Kamis malam (12/4/2018) pukul 19.00. Acara sosialisasi yang dibuka oleh Camat Moyudan, Sarjono Msi diikuti ratusan warga Dusun Pendulan dan sekitarnya.

Kasatlantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama saat menyampaikan materi tertib berlalu lintas.

Dalam kesempatan itu, Penanggungjawab Humas Jasa Raharja Cabang DIJ, Aryo W. Kusuma SH menyampaikan seputar manfaat Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas.

“Dana SWDKLLJ kemudian dikelola oleh Jasa Raharja dan diberikan lagi kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas kecuali kecelakaan tunggal,” kata Aryo.

Untuk nilai santunan, korban kecelakaan yang mengalami luka-luka akan mendapatkan santunan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta. Sedangkan santunan korban meninggal dunia sebesar Rp 50 juta. “Kami mohon apabila bila bapak/ibu melihat ada kecelakaan atau keluarganya mengalami kecelakaan segera melaporkan ke kantor polisi terdekat dan Jasa Raharja,” terang Aryo.

Kasatlantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama mengimbau kepada warga yang bepergian dengan sepeda motor agar selalu mengenakan helm, membawa STNK, dan SIM. “Jauh dekat tetap harus menggunakan helm. Sebab, kecelakaan itu tidak mengenal perjalanan jauh maupun dekat,” kata Faisal.


Kepala Dinas Perhubungan Sleman Drs Mardiyana Msi mengatakan, kampung tertib berlalu lintas diharapkan dapat merangsang warga selalu tertib berlalu lintas. Baik saat berkendara di kampung sendiri maupun ketika bepergian di kampung lain.

“Jangan lupa bayar pajak kendaraannya, jangan sampai telat apalagi nunggak bertahun-tahun. Kalau nunggak nanti bisa ditilang dan tidak bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja bila mengalami kecelakaan,” kata Mardiana didampingi Kepala Bidang Dinas Perhubungan Sleman Sulton Fatoni. (mar)