SLEMAN – Ratusan calon jamaah umrah Abu Tours akhirnya melapor ke Polda DIJ kemarin (12/4). Manajemen Abu Tours dilaporkan telah melakukan tindak pidana dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jamaah. Langkah hukum ditempuh lantaran manajemen Abu Tours tak segera merealisasikan janji memberangkatkan calon jamaah umrah ke Tanah Suci. Padahal mereka telah membayar lunas seluruh biaya yang ditetapkan pada Mei 2017. Yakni Rp 16 juta per orang. Tarif ini merupakan program promo pembukaan Kantor Cabang Abu Tours di Jogjakarta. Calon jamaah dijanjikan berangkat umrah Januari 2018.

“Kenyataannya sampai sekarang tak ada kepastian pemberangkatan,” keluh Ihwan Jati Gunawan,40, salah seorang korban Abu Tours.

Alih-alih diberangkatkan, Januari lalu manajemen Abu Tours malah mengeluarkan maklumat pengunduran pemberangkatan pada Februari. Hingga mendekati jadwal pemberangkatan yang dijanjikan, Abu Tours kembali mengeluarkan maklumat kepada jamaah untuk menambah biaya pemberangkatan Rp 15 juta. “Saya menolak,” ungkap Ihwan yang mendaftar untuk lima anggota keluarganya.

Komunikasi dengan Kantor Cabang Abu Tours di Jogjakarta pun buntu. Itu sejak perusahaan tour and travel tersebut dinyatakan bermasalah oleh pemerintah. Upaya penggantian seluruh biaya yang telah dibayarkan oleh jamaah pun tak ada tanda-tanda. Kantor Cabang Abu Tours di Jogjakarta tak beroperasi sejak 5 Februari lalu.

Sebelum mendaftar umrah, Ihwan sempat merasa waswas saat melihat harga promo umrah murah. Dia khawatir akan berujung seperti kasus First Travel. Namun, Ihwan selalu diyakinkan pihak Abu Tours soal kepastian keberangkatan ke Tanah Suci.

Kuasa hukum korban Abu Tours Tito Hadi Prayitno berharap polisi bisa menindaklanjuti laporannya. Supaya ke depan ada kejelasan tentang kepastian keberangkatan jamaah ke Tanah Suci. Atau pengembalian uang yang telah dibayarkan. Menurutnya, tak kurang 381 orang calon jamaah Abu Tours di Jogjakarta yang menjadi korban.

Direskrimum Polda DIJ Kombespol Hadi Utomo menyatakan telah membentuk tim khusus untuk menelusuri kasus Abu Tours di Jogjakarta. “Kami akan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan dan Polda Jawa Barat yang telah menangani kasus yang sama lebih dulu,” ujarnya.

Laporan korban Abu Tours menjadi awal bagi penyidik Polda DIJ untuk melangkah lebih lanjut. Hadi berjanji, dalam waktu dekat akan memanggil pengurus Kantor Cabang Abu Tours Jogjakarta untuk dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.(dwi/yog/ong)