Kiat Disperindag DIJ Populerkan Jumputan lewat JOS

Kain motif jumputan memang tak setenar batik. Kampung Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja bisa dibilang sebagai pionir jumputan. Di situlah event Jumputan on The Street digelar sebagai sarana nguri-uri warisan budaya.

BAHANA, Jogja

Tuliswati adalah salah seorang dari sedikit perempuan yang menekuni bisnis kain jumputan di Jogjakarta. Dia memasarkan produknya di Kelurahan Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja.

“Sebenarnya jumputan di Tahunan sudah ada sejak tahun delapan puluhan. Namun tidak terdengar gaungnya dan sayalah yang menggerakkan ketika itu,” ujar Tulis, sapaannya, di ruang rapat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ kemarin (12/4).

Kini beragam jenis motif jumputan mewarnai butiknya. Motif yang cukup terkenal adalah badai matahari. “Motif itu dibuat saat lagi heboh-hebohnya badai matahari pada 2012 lalu,” kenangnya.

Untuk menjaga kualitas produk, Tulis konsisten menggunakan pewarna alam. Resep inilah yang membuat jumputan karyanya dilirik pasar luar negeri. Apalagi jumputan tak lagi sebatas lembaran kain. Tapi telah bermetamorfosis menjadi aneka fesyen. Jepang dan Kanada adalah sasaran luar negeri pertama produk jumputan, lewat perantara koleganya. “Belum ekspor, masih sebatas promosi,” ungkapnya.

Tulis yang membuka usaha jumputan sejak 2010 mendapatkan omset antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Dia tak sendirian, tapi dibantu sepuluh ibu rumah tangga tetangganya.

Lewat event Jumputan on The Street (JOS) yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ, Tulis berharap produk jumputan bisa lebih tenar, bahkan menyamai batik. “Memang perlu terobosan baru untuk lebih mengenalkan jumputan secara lebih luas kepada masyarakat,” ujar Kepala Disperindagkop DIJ Tri Saktiyana. Maka, lahirlah event Jumputan On the Street yang mulai digelar hari ini (13/4).”Kami memang ingin motif jumputan setidaknya bisa disamakan dengan motif batik,” lanjutnya.

JOS diselenggarakan di Kampung Celeban, Tahunan, Jogja. Sengaja dipilih lokasi ini karena memiliki 15 kelompok perajin jumputan beranggotakan tak kurang seratus orang. JOS menampilkan fashion show jalanan, serta parade dan lomba desain jumputan.(yog/ong)