JOGJA – Kamis(12/4) sore, sekitar pukul 16.00 puluhan abdi dalem keluar dari Pintu Regol Bangsal Srimanganti. Dalam iringan tersebut tampak uba rampe yang terdiri dari hasil bumi berbentuk menyerupai burung untuk dibawa ke Masjid Gede Kauman. Benar, mereka sedang mempersiapkan upacara Yoso Peksi Buraq menyambut Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Prosesi tersebut untuk memperingati Isra Mikraj oleh Keraton Jogja dengan mengarak uba rampe yang menyimbolkan sepasang burung sebagai burung Buraq yang bertengger di taman surga. Uba rampe ini terdiri dari tujuh buah yaitu apel, pisang, salak, manggis, jeruk bali, manggis, dan jeruk pontianak.

Wayah Dalem Divisi Dokumentasi KRT Drs Zibran Hadiningrat menyatakan, acara ini sudah ada sejak zaman Hamengku Buwono (HB) I dan rutin dilaksan setiap Rajab. “Nama Yoso Peksi Buraq memiliki makna membuat burung Buraq,” tuturnya ditemui kemarin.

Buraq merupakan kendaraan yang dipakai oleh Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan perjalan Isra yaitu perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram dan Mikraj yaitu perjalanan dari Masjidil Aqsa ke langit ke tujuh.

Dia menjelaskan, jumlah uba rampe ini ada dua yang menyimbolkan burung jantan dan betina serta dibuat dari Jeruk Bali yang diukir dan diletakkan di atas uba rampe. Pembuat uba rampe ini haruslah putri keraton yang telah menikah.

Zibran melanjutkan, acara ini terbuka untuk umum. Usai iring-iringan sampai di Masjid Gede Kauman kemudian dilakukan doa bersama, kemudian di malam harinya baru buraq akan dibagikan untuk masyarakat sekitar. “Warga boleh mengambil buah-buahan yang ada,” imbuhnya.

Warga di sekitar Masjid Gede Kauman Nur Rahmawati mengaku telah berulang kali mengikuti prosesi Yoso Peksi Buraq ini. Menurutnya, dia tidak pernah bosan untuk datang dan menyaksikan. “Saya selalu mengikuti setiap acara Keraton Jogja,” tuturnya. (cr4/ila/ong)