JOGJA – Pembinaan olahraga saat ini tidak bisa dilakukan satu-dua pihak. Namun secara keseluruhan perlu peran pemerintah, baik di daerah dan Pusat.

Pemerintah dalam berkewajiban menyediakan venue yang bersih dan representatif. Demikian diungkapkan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Oegroseno saat melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI DIJ, kemarin.

Oegroseno mencontohkan, ketika mendampingi pelatnas tenis meja ke Kota Nanjing, Tiongkok, lokasinya tenang dan tidak bising. Kondisi tersebut menunjang proses latihan lebih fokus.

“Selain itu, jika ada media dan sarana olahraga bisa dimanfatkan remaja berolahraga. Sehingga terhindar dari kegiatan negatif seperti geng motor dan narkoba,” tutur Oegroseno.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membekukan KONI Pusat. Menurutnya, induk organisasi cabang-cabang olahraga (cabor) tersebut dinilai tidak mampu menjaga keharmonisan cabor yang menjadi anggotanya. Hal itu menyusul tak selesainya konflik dualisme di tubuh PTMSI.

Sebagaimana diketahui, PTMSI terbagi menjadi dua kubu yakni kubu Oegroseno dan PTMSI kubu Sri Dato Taher. “Dualisme kepemimpinan tidak pernah ada, tapi kalau dualisme kepengurusan memang ada. Namun, sudah selesai dengan putusan PTUN tapi oleh oknum dari KONI Pusat ini dimunculkan lagi,” kata Oegroseno.

Menurut dia, Kemenpora sudah bisa mengambil alih KONI berdasarkan Pasal 1, 2, dan 3 ayat 4 dan 5 Peraturan Pemerintah (PP) 16/2007 tentang Penyelenggaraan Olahraga. Oegroseno pun mengaku prihatin dengan kondisi KONI Pusat yang dinilainya tak bisa mengayomi cabor-cabor yang menjadi anggota.

“Mudah-mudahan Presiden bisa baca dengan jernih kondisi ini. Ketumnya KONI itu dihukumlah, kalau perlu dibekukan,” kata Oegroseno.

Pada kesempatan tersebut Oegroseno berharap kepengurusan PTMSI DIJ yang baru dilantik di bawah Ketum Bagiya Rahmadi bisa amanah menjalankan tanggung jawabnya.

“Semoga makin mantapkan langkah karena kami tak muluk-muluk dalam bekerja. Hanya menjawab tantangan Ketum PP PTMSI adalah satu provinsi mencetak satu atlet terbaik untuk level nasional dan internasional,” tandas Bagiya. (riz/iwa/ong)