SLEMAN – Tidak ada perubahan berarti dari draft pembagian grup dan jadwal Liga 2 musim 2018. Sebagian besar sama seperti yang sempat beredar beberapa hari lalu. Hanya ada sedikit perubahan pada jadwal kickoff yang mengalami pemunduran dari 21 April menjadi 23 April untuk partai pembuka antara Persis Solo dan Semen Padang.

Tidak adanya perubahan dalam pembagian wilayah, semakin menegaskan bahwa Derby DIJ antara PSIM Jogja bertemu dengan PSS Sleman akan tersaji dalam Liga 2 musim ini. Dari list jadwal, kedua tim bahkan sudah harus bersua di pekan pertama. Namun ada sedikit perubahan pada tanggal kickoff. Jika sebelumnya tertulis 22 April, kemungkinan akan mundur kemungkinan di 24 April. “Keputusannya kami tetap satu wilayah di timur dengan PSIM. Kickoff tanggal 23. PSS tandang ke PSIM. Tapi ada perubahan jadwal karena ada permintaan dari tuan rumah,” ungkap Manajer PSS Sismantoro kemarin (16/4).

Selain pembagian grup dan jadwal, regulasi Liga 2 juga tidak ada perubahan. Termasuk aturan dibolehkanya penggunaan tiga pemain dengan usia lebih dari 35 tahun. Sismantoro mengatakan, sebagai tim profesional PSS selalu siap berada di grup timur maupun barat. Bahkan ketika diputuskan satu grup dengan klub yang notabene rival satu provinsi.

“Tidak masalah satu grup. Sepakbola tidak bisa terhambat hanya masalah itu. Justru dengan satu grup ini bisa untuk momen mempersatukan dan mendamaikan kedua suporter. Kami yakin kalau suporter kedua tim di DIJ ini sudah dewasa dalam mendukung timnya,” ungkapnya.

Kades Candibinangun itu mengatakan, sepak bola profesional jangan hanya fokus pada gesekan antarsuporter. Tapi mencari solusi dan jalan keluar atas hal tersebut. Selain itu pihaknya optimistis pertandingan kedua tim bisa berjalan lancar. “Masalah keamanan itu ranahnya polisi yang mengamankan. Jangan justru menjadikan masalah,” paparnya.

Dengan menjadi tuan rumah partai perdana menjamu PSS, manajemen PSIM menghimbau kepada suporter untuk bersikap dewasa dan menjaga kondusifitas. Sehingga apapun hasilnya di dalam lapangan, di luar lapangan tetap aman dan tidak terjadi keributan.

“Jika terjadi sesuatu saat pertandingan, sudah jelas ada dampak ke tim, apalagi pertandingan home. Kalau sampai ada sanksi atau tidak ada izin dari pihak keamanan, ini yang jadi kekhawatiran kami. Sementara kami tunggu rilis jadwal yang baru,” katanya kepada wartawan, Senin (16/4).

Di sisi lain, pihak Kepolisian Polda DIJ siap untuk menjamin keamanan pertandingan Derby DIJ yang nantinya mempertemukan PSIM dan PSS. Baik saat pertemuan pertama maupun kedua nanti. “Kami petakan kerawanan dengan asumsi beberapa kejadian yang pernah ada. Pengerahan personel yang mencukupi semoga bisa meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Kalau memang sudah jadi keputusan, polisi siap mengamankan,” jelas Kabidhumas Polda DIJ AKBP Yulianto. (riz/din/ong)