BIKIN GENDENG: Barang bukti pil sapi.

SLEMAN – Peredaran pil trihexiphenidhyl di wilayah DIJ ternyata masih marak. Meski telah ditarik dari peredaran, psikotropika yang dikenal dengan istilah pil sapi itu masih saja diperjualbelikan. Meski sama-sama dilarang peredarannya, penjualan pil sapi bisa dibilang lebih terbuka dibanding narkoba. Model transaksinya dengan sistem cash on delivery (COD). Pengedar bertemu langsung dengan calon pembeli di tempat yang telah ditentukan.

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan dua tersangka pengedar pil sapi, EN,23, dan EM,30, yang berhasil diringkus anggota reskrim Polsek Ngaglik belum lama ini. “Kedua tersangka kami tangkap di wilayah Godean, Sleman beserta barang bukti 3.590 butir pil sapi dan uang Rp 500 ribu dari hasil transaksi,” ungkap Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi Selasa (17/4).

EN diketahui sebagai warga Godean, sedangkan EM berasal dari Ambarawa, Jawa Tengah. Keduanya diringkus di kediaman EN.

Kanitreskrim Polsek Ngaglik Iptu Made Wira Suhendra menambahkan, pil sapi diperoleh kedua tersangka dari seorang bandar di wilayah Solo. Pil dikirim dalam kemasan kardus dan dipaketkan lewat jasa ekspedisi. Setiap kali pembelian di bandar bisa mencapai Rp 2 juta – Rp 5 juta. EN bertindak sebagai pembeli dari bandar, sedangkan EM bertugas mengambil kiriman paket dan menjualnya ke konsumen. Menurut Made, para pelaku menyasar konsumen semua kalangan secara ritel. Setiap satu strip berisi 10 butir dijual Rp 30 ribu. “Saat ini kami masih melacak jaringan pemasoknya, juga mendalami kemungkinan keterlibatan oknum farmasi,” katanya.

Kini kedua tersangka mendekam di sel prodeo Mapolsek Ngaglik untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Mereka dijerat pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Adapun terungkapnya kasus tersebut berawal ketika jajaran Polsek Ngaglik diminta membantu anggota Polsek Jebres, Solo untuk menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang diketahui bersembunyi di wilayah Ngaglik. Pelaku curat tersebut berhasil ditangkap di sekitar Museum Monumen Jogja Kembali pada 6 April lalu.

Saat dilakukan penggeledahan tubuh pelaku curat tersebut polisi mendapati sembilan papan pil sapi. Nah, dari situlah anggota Polsek Ngaglik melakukan pengembangan perkara, hingga berhasil meringkus EN dan EM. (dwi/yog/mg1)