KULONPROGO – Mendukung progam Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo akan membagikan 3.590 semen beku alias straw kepada para peternak Sapi di Kulonprogo. Langkah itu untuk mendongkrak populasi sapi di Kulonprogo.

Kepala Bidang Peternakan DPP Kulonprogo Nur Syamsu Hidayat mengatakan pembagian 3.590 straw sebagai bentuk kesungguhan Pemkab Kulonprogo menambah jumlah sapi. Straw dibagikan kepada peternak secara cuma-cuma.

“Proses inseminasi buatan (penyuntikan semen beku ke induk sapi) juga tidak dikenakan biaya alias gratis, baik semen bekunya sekaligus proses penyuntikannya,” kata Nur Selasa (17/4).

Paguyuban Petugas Inseminasi Buatan Kulonprogo Ichwan Santoso mengatakan straw yang diberikan mayoritas berjenis simental dan limosin disesuaikan dengan keinginan masyarakat. “Nilai ekonomis sapi jenis simental dan limosin memang lebih tinggi dibandingkan sapi Peranakan Ongole (PO),” ungkap Ichwan.

Menurut dia, banyaknya sapi persilangan juga membuat program ini sedikit terkendala. Sebab jenis sapi indukan yang dulu lahir dari persilangan alias bukan sapi murni memiliki gen campuran, dan membuat indukannya sulit bunting.

“Ketika disuntik semen beku simental tidak bisa, PO juga tidak bisa, padahal indukan juga hasil silangan PO dan simental,” ujar Ichwan. (tom/iwa/mg1)