GUNUNGKIDUL – Polres Gunungkidul gencar mengampanyekan gerakan anti-hoax. Sasaran utamanya adalah ibu rumah tangga. Pertimbangannya, perempuan merupakan simbol ketahanan keluarga. Di sisi lain, tidak sedikit perempuan belakangan ini membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban Penyuluhan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda DIJ AKBP Sinungwati meminta perempuan masa kini harus punya andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu caranya dengan selektif ketika membagikan informasi. Sebab, beragam informasi yang biasanya diperoleh melalui pesan berantai belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Dibaca dulu. Agar tidak membagikan ujaran kebencian. Sebab, hal itu dapat diproses hukum,” pesan Sinung, sapaannya saat penyuluhan bersama organisasi perempuan di Ruang Rapat Satu Setda Gunungkidul Selasa (17/4). Agenda ini digelar Polda DIJ dalam rangkaian menyambut peringatan Hari Kartini.

Sinung berpendapat ada banyak cara lain bagi perempuan mengambil peran. Yang paling mencolok adalah membentengi anggota keluarganya, terutama anak-anak dari berbagai pengaruh negatif. Seperti narkoba, intoleransi, hingga radikalisme.

Bupati Gunungkidul Badingah mengungkapkan hal senada. Menurutnya, sosok ibu rumah tangga punya multiperan. Kendati begitu, ibu rumah tangga juga harus meningkatkan pengetahuannya. Terutama, dalam bidang teknologi informasi. Agar tidak kalah canggih dengan anak-anaknya. Bahkan, seorang ibu juga harus mengetahui sandi gawai anak-anaknya.

“Sehingga ibu dapat mengontrol pergaulan anak,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Badingah juga meminta perempuan peka terhadap berbagai problem di lingkungannya. Termasuk di antaranya problem kesehatan.

“Kalau ada yang sakit lama tapi belum ditangani segera lapor ke puskesmas,” pintanya.(gun/zam/mg1)