Driver’s World Championship (DWC) nama ajang yang akan digelar di London, Inggris pada 8 Juli mendatang itu. Tim Semar bukan saja mewakili Indonesia, tapi juga Asia. Mobil kategori Urban yang menjadi juara pertama dalam ajang serupa level Asia kembali menjadi andalan Tim Semar saat berlaga di Negeri Ratu Elizabeth.

Saat ini tim yang berjumlah 21 mahasiswa masih fokus pada perbaikan beberapa bagian kecil mobil. Seperti revisi minor dan peningkatan mileage. “Kami prioritaskan yang urgent dan bisa diperbaiki dalam waktu satu bulan ini,” ungkap Ketua Tim Semar Antonius Andhika di Balairung UGM Selasa (17/4).

Tak banyak waktu untuk persiapan menghadapi DWC. Sebab, awal Juni mendatang kendaraan sudah harus di-shipping ke London.

Ingin mengulang sukses di level Asia, Andhika optimistis bakal menyabet juara di ajang bergengsi tersebut. Desain kendaraan berbahan bakar bensin itu menjadi salah satu keunggulannya. Baik body yang aerodinamis, performa mesin, kehandalan struktur kendaraan, dan pengemudi menjadi komposisi yang pas untuk bersaing dengan kendaraan karya mahasiswa dari negara-negara lain.

“Di DWC nanti setiap kendaraan akan diuji kecepatan dan kehandalannya, namun tetap harus hemat. Ini tantangan tersendiri bagi kami untuk bisa mencapai standar hitungan mileage 267 Km/liter,” ungkap pembimbing Tim Semar UGM Jayan Sentanuhady.

Rektor UGM Panut Mulyono berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill mahasiswa. Terlebih untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan kompetensi mahasiswa yang terlibat dalam Tim Semar. Dalam kesempatan itu Panut mendorong Tim Semar bekerja keras dan semangat untuk mencapai hasil maksimal. “UGM tidak bisa mentoleransi pencapaian mahasiswa dalam kompetisi yang didapatkan dengan cara yang tidak baik, tidak jujur,” tegasnya.

Lebih dari itu Panut menginginkan beragam inovasi Tim Semar bisa direalisasikan kepada masyarakat. “Berkompetisi itu yes, tetapi menghilirisasi inovasi Tim Semar UGM juga harus diprioritaskan,” pesan Panut. (yog/rg/mg1)