KULONPROGO – Masih adanya penolakan pembangunan bandara oleh sebagian warga Dusun Sidorejo, Glagah, Temon, Kulonprogo tak mengubah sikap PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa New Yogyakarta International Airport (NYIA). Proses land clearing terus berjalan demi penuntasan target opersional bandara pada 2019 mendatang. Proses pemagaran area calon bandara juga tetap berlanjut. Total pagar kawat berduri dipasang sepanjang 6.100 meter. “Sat ini tersisa 200 meter saja,” ujar juru bicara proyek NYIA Agus Pandu Purnama Selasa (17/4).

Contruction Manager PT Pembangunan Perumahan (PP) Ferry Wicaksono menambahkan, selain pemagaran dan land clearing, proses cut and fill (gali dan uruk) juga terus dilakukan. Proses ini merupakan tahap awal pembangunan konsturksi bandara yang diawali sejak November 2017.

“Kami bergerak dari dua sisi, barat dan timur. Ladasan pacu tahap pertama yang kami kerjakan panjangnya mencapai 3,5 kilometer. Pemadatan lahan dilakukan secara keseluruhan , mulai runway, taxi way, dan apron,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan NYIA tahap I sesuai rencana diawali pengerjaan 14 mill passengers, 3.250 meter persegi (runway), 142.150 meter persegi (terminal), dan 23 parking stands (apron).

Adapun aerodrome reference code yang akan dibangun untuk fasilitas sisi udara, di antaranya pesawat terbesar (B747-400), runway operational category, orientasi runway (11 – 29 meter), dimensi runway (3.250 meter x 60 meter), dan stopway di dua sisi (60 meter x 60 meter).

Kemudian runway end eafety area di dua sisi (120 meter x 90 meter), runway strep (3.370 meter x 300 meter), rapid exit taxiway (3), holding bay (2), paralel taxiway (1), capasitas apron (21 pesawat penumpang domistik dan 2 internasional), serta pesawat kargo (1)

Sementara faslitas sisi barat berupa terminal dengan daya tampung 142.150 penumpang, ruang pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK), area training PKP-PK, serta halaman parkir kendaraan. (tom/yog/mg1)