JOGJA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng UGM meluncurkan Kredit Pendidikan. Ini ditujukan untuk mahasiswa dari starta 1 hingga mahasiswa program doktoral. Peluncuran Kredit Pendidikan ini ditandai dengan penyerahan cek secara simbolis kepada sejumlah mahasiswa penerima di Balaiurng UGM.

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Sulaiman Arianto mengatakan, Bank Mandiri berkomitmen mendorong perkembangan dunia pendidikan melalui penyediaan alternatif pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa. Ini dilakukan antara lain untuk mengembangkan produk Kredit Pendidikan khusus bagi penerima program Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (bidikmisi) S1, S2, atau S3 yang dapat digunakan dengan berbagai manfaat dan keunggulan.

“Struktur kredit khusus ini didesain untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Antara lain persyaratan yang mudah, penentuan limit kredit sesuai kebutuhan akademik, suku bunga yang kompetitif yakni 6 persen, pembayaran berjenjang sesuai pola pendapatan dunia kerja, serta fleksibilitas pemanfaatan untuk pembelian alat penunjang pendidikan seperti laptop dan sejenisnya,” jelas Sulaiman usai penandatanganan MoU dengan pihak UGM, Rabu (18/04).

Dia melanjutkan, inisiatif pengembangan Kredit Pendidikan ini merupakan respons aktif perseroan atas arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, agar potensi konsumsi masyarakat sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang bersifat produktif. Termasuk jasa pendidikan.

“Melalui sinergi dengan UGM dalam pengembangan produk Kredit Pendidikan ini, kami ingin merealisasikan keinginan memakmurkan negeri terutama di bidang pendidikan. Untuk itu, kami juga akan mengembangkan kerja sama ini dengan perguruan tinggi negeri terbaik lain di Indonesia. Target kami setidaknya ada lima atau enam kampus,” katanya.

Khusus untuk mahasiswa bidikmisi, tambah Sulaiman, fitur Kredit Pendidikan yang disiapkan adalah limit kredit maksimal sebesar Rp 75 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan indeks prestasi kumulatif mencapai minimal 3,5. Sedangkan fitur kredit pendidikan untuk mahasiswa Entrepreneur/UKM berprestasi adalah limit kredit maksimal sebesar Rp 100 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan indeks prestasi kumulatif mencapai minimal 3,25.

“Kami juga menyiapkan fitur Kredit Pendidikan untuk dosen UGM dengan limit kredit maksimal sebesar 200 juta rupiah dengan tenor maksimal selama 10 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun dan angsuran maksimal sebesar 70 persen dari income per bulan,” katanya

Dia melanjutkan, keunggulan lain produk ini adalah bebas biaya provisi dan administrasi kredit serta sudah termasuk kaver asuransi jiwa. Sementara untuk pembayaran angsuran, debitur akan diberikan tiga pilihan. Yakni pembayaran angsuran dimulai setelah mahasiswa bekerja, pembayaran angsuran secara berjenjang dimulai sejak mahasiswa kuliah atau pembayaran angsuran secara normal dimulai sejak mahasiswa kuliah.

Sulaiman menegaskan, produk ini berbeda dengan Kredit Mahasiswa Indonesia yang dulu pernah ada. Untuk Kredit Pendidikan ini, didesain customize, dengan benar-benar mengukur kebutuhan riil seorang mahasiswa. Misalnya pagu kredit hingga Rp 75 juta, tapi manakala kebutuhannya di bawah nilai ini, pencairannya menyesuaikan dengan kebutuhan riilnya.

Demikian juga dalam hal pencairan, kalau untuk biaya hidup maka bisa diterima bulanan, tapi kalau untuk pembayaran SPP bisa dicairkan per semester.

“Jadi kuncinya kredit itu sebenarnya hanya tiga. Tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah. Ini pegangan kita,” tandas Sulaiman.

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan kesempatan ini, mahasiswa calon debitur akan melalui proses seleksi internal UGM sehingga diperoleh calon yang paling unggul antara lain terkait indeks prestasi serta latar belakang pendidikan.

“Selanjutnya hasil tersebut akan disesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Bank Mandiri,” kata Sulaiman lebih lanjut.

Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono menyambut baik kerja sama ini. Menurut Panut, kolaborasi merupakan suatu hal yang harus dilakukan universitas, perusahaan, dan pemerintah. Dengan bersinergi, pemanfaatan seluruh sumber daya yang dimiliki bisa menjadi lebih efisien dan lebih optimal.

“Dengan kerja sama ini, seluruh mahasiswa dapat terpacu untuk menjadi sumber daya yang mempunyai daya saing tinggi. Harapannya ke depan agar kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas, sehingga UGM lebih kuat dalam menjalankan tugas-tugas Tridharma” tutur Panut. (*/hes/ila/mg1)