JOGJA – Gelaran Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’ yang digelar di halaman parkir Stadion Mandala Krida Jogja jumat malam (20/4) terasa beda. Mayoritas dari ribuan anak muda dari berbagai yang datang mengenakan baju batik saat berkumpul dan menyaksikan konser band-band ternama asli Jogja.

Ya dalam event Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’ mensyaratkan dresscode berupa batik. Suasana khas Jogja juga makin kental dengan penampil, seperti Shaggydog, FSTVLST atau SriPlecit yang asli Jogja. Pada sisi lain dari lapangan parkir Stadion Mandala Krida, telah terpajang berbagai karya fotografi yang telah dilakukan dalam rangkaian acara sebelum Soundsations. Karya fotografi tersebut menunjukkan tempat bersejarah yang khas dari Jogja dengan model menggunakan pakaian tradisional Jawa

Dita Wiendra Adriatidari Gong Production selaku penyelenggara Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’ menjelaskan gelaran Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’, kami ingin mengajak teman-teman dari berbagai komunitas kreatif di Jogja untuk berkumpul bersama dan saling menginspirasi. Kebetulan menjelang peringatan Hari Kartini, melalui movementHabis Gelap Terbitlah Terang: 100 Persen YK. “Dengan Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’ kami ingin menunjukkan bahwa mereka dan karyanya adalah potret kreativitas unik dan asli dari Jogja,” jelasnya.

Melibatkan komunitas seperti ratusan anggota komunitas vespa yang telah melakukan konvoi sore harinya. Tidak ketinggalan pula, berbagai anggota komunitas fotografi. Menjelang malam, aksilive paintinghelm yang dilakukan oleh Farid Stevy dan Kurniawan ‘Iwe’ Ramadhan. “Lewat aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa penggiat seni di Jogja itu luar biasa kreatifnya. Inilah yang membuat kota kami dikenal akan skena seni kreatif nya,” jelasFarid Stevy.

Dita menambahkan tamilan suasana sengaja dikonsep supaya pengunjung bis menikmati sajian dari karya komunitas kreatif dan musik dengan ditemani berbagai aktivitas seru seperti menuliskan ungkapan mengenai Jogja menurut mereka, membuat botol &lighterdengan desain yang diinginkan, dan lainnya. Menurut dia Soundsations ‘100 Kota 1 Bahasa’ ini merupakan bentuk semangatgo aheaddari berbagai komunitas kreatif Jogja. “Karya-karya mereka inilah yang menyatukan mereka untuk menunjukkan bagaimana identitas kreatif di Jogja dan tentunya patut diapresiasi,” tambah Dita.(pra/ong)