MUNGKID – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang fokus dengan pembukaan akses jalan di desa, bakal dapat saingan. Beberapa BUMN mulai melirik pengerasan jalan antardusun melalui Program Padat Karya Tunai seperti yang dilakukan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) dan PT Patra Jasa di Desa Sambeng, Borobudur, Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu.

“Kami memang mulai fokus dengan upaya mempermudah akses pendidikan dan akses ekonomi, dengan membuat lebih layak, jalan tembus antardusun atau desa. Harapannya, anak-anak lebih mudah ke sekolah, dan masyarakat lebih mudah membawa gerobak yang mengangkut komoditas pertanian atau perkebunan, sehingga diharapkan lebih sejahtera,” kata Staf Khusus II Menteri BUMN Judith Jubilina Dipodiputro.

Dijelaskan, Padat Karya Tunai di Desa Sambeng selama dua hari itu melaksanakan pengerasan jalan tani sepanjang 902 meter dan lebar 2,5 meter yang menghubungkan lima dusun. Di antaranya Dusun Sambeng 2, Dusun Kedungan 2, Dusun Kedungan 3 dan lainnya. Melibatkan sekitar 503 tenaga kerja dari masyarakat sekitar untuk pelebaran dan pengerasan jalan.

“Perhatian yang diberikan para BUMN sponsor dalam realisasi program padat karya tunai ini semoga dapat meningkatkan perekonomian daerah, dengan terus menuju pada kemandirian masyarakat khususnya masyarakat desa,” tuturnya.

Menurutnya, melalui program itu diharapkan nantinya bisa meningkatkan daya beli masyarakat, memberikan pekerjaan kepada masyarakat desa dan dalam jangka panjang dapat membantu pengembangan daerah pariwisata masyarakat dengan produk unggulannya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Ricky SP Siahaan mengatakan melalui program itu BUMN berkolaborasi dengan masyarakat sebagai wujud nyata dari kehadiran BUMN di tengah-tengah masyarakat. Dalam rangka membantu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain di Desa Sambeng, padat karya tunai juga dilaksanakan di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur.

Sekdes Sambeng Suradi mengaku pembukaan akses jalan itu sangat membantu masyarakat. Karena jalur yang menghubungkan Dusun Sambeng 2 menuju Dusun Kedungan kemudian Desa Candirejo, awalnya melalui jalan yang menembus bukit dan sekarang sedang dibuka. “Akhir-akhir ini masyarakat harus melambung lewat jalan di atas bukit. Yang jelas lebih jauh dan menanjak,” tandas Suradi. (dem/laz/mg1)