KULONPROGO – Desa Wisata Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo berhasil menjadi juara I lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY Tahun 2018. Desa Wisata Nglinggo punya kekhasan keindahan alam Perbukitan Menoreh dengan panorama kebun teh dan hutan pinus mengumpulkan poin 744. Atau selisih 16 poin dengan Wisata Krebet, Pajangan, Bantul yang mengumpulkan nilai 728. Desa Wisata Krebet ditetapkan sebagai juara II.

“Dua desa wisata ini punya nilai yang hampir sama,” ujar salah satu anggota Tim Juri Bakri saat pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY Tahun 2018 di Desa Wisata Kaki Langit, Mangunan Dlingo, Bantul, Senin (23/4).

Menurut Bakri, Desa Wisata Krebet sudah memiliki paket wisata dan struktur organisasi yang baik. Media promosinya juga telah menggunakan internet. “Namun tim juri akhirnya memutuskan Desa Wisata Nglinggo sebagai pemenang pertama,” terang Bakri.

Di bawah Desa Wisata Krebet, peringat III diduduki Kampung Wisata Rejowinangun, Kota Yogyakarta. Disusul harapan I Desa Ngangring, Wonokerto, Sleman dan harapan II diraih oleh Desa Wisata Napak Tilas Sultang Agung, Mangunan, Dlingo, Bantul. Sedangkan Desa Wisata Pampang Gunungkidul menjadi harapan III.

“Nantinya juara I dan II, dikirim ke Jakarta mengikuti lomba Desa Wisata Tingkat Nasional,” terang Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta.

Aris berjanji mengusahakan mengirim lebih dari dua wakil dari DIY. Ini karena antarfinalis lomba desa/kampung wisata itu punya selisih angka yang ketat.

Dalam menilai desa/kampung wisata ada delapan aspek. Yakni cara pengelolaan desa wisata tanpa investor, pengembangan desa wisata agar tetap eksis, seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk masyarakat dan interaksi masyarakat sekitar desa wisata.

Kemudian, keterampilan pemandu wisata, kualitas makanan dan minuman, kualitas homestay serta ada biro perjalanan wisata yang mencakup desa/kampung wisata tersebut. Pengelolaan desa wisata yang memenuhi delapan aspek itu menguntungkan para pengelolanya dan masyarakat.

Aris ingin dengan adanya lomba tersebut memacu para pengelola desa wisata makin meningkatkan layanan. Juga atraksi dan kenyamanan pengunjung guna menarik kunjungan wisatawan. “Muaranya dengan meningkatnya jumlah pengunjung mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh Aris mengungkapkan, desa wisata terbukti mampu mengembangkan potensi wisata di daerahnya. Sesua kebijakan Gubernur DIY tentang pariwisata, pengembangan potensi desa wisata ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. “Bandara baru diharapkan mampu meningkatkan akses yang berdampak pada kunjungan wisatawan,” katanya.

Desa/kampung wisata terbagi dalam beberapa kualifikasi. Ada yang sudah maju dan berkembang, tapi ada juga yang masih embrio dan perlu dikembangkan. Untuk mewujudkan identitas desa/kampung wisata diperlukan banyak faktor. Di antaranya fasilitas pendukung, sumber daya manusia (SDM), promosi dan inovasi. (*)