BANTUL – Satu per satu partai politik (parpol) mempersiapkan diri menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 2019. Tak terkecuali PKB. Parpol yang dibidani Gus Dur ini harus berusaha keras mengisi slot 45 calon legislatif (caleg). Sebab, hingga Sabtu (21/4) baru ada belasan caleg yang mendaftar. Padahal, waktu pendaftaran caleg di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuka mulai 4 Juli mendatang. Alias, tinggal sekitar dua setengah bulan lagi.

“Total yang telah mengambil berkas pencalegan baru ada 17 orang,” jelas Bendahara DPC PKB Bantul Agus Salim di gedung DPRD Bantul Senin (23/4).

Kendati begitu, bekas anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 ini optimistis slot tersisa segera terisi. Sebab, mesin partai berjalan maksimal. Terlebih, Ketua DPC PKB Bantul Abdul Halim Muslih juga terjun ke lapangan sendiri untuk menjaring bakal caleg.

“Informasi dari PAC (pengurus anak cabang) belum dan pak Halim belum masuk semua,” ucapnya.

Berbeda dengan 2014, Agus memastikan, perolehan suara PKB pada pileg 2019 lebih menjanjikan. Setidaknya mampu mengulang capaian pada pileg 1999. Di mana saat itu PKB mampu memperoleh delapan kursi. Juga, memiliki salah satu kursi pimpinan DPRD.

“Atau naik empat kursi dibanding pileg 2014,” ujarnya.

Lalu, daerah pemilihan (dapil) mana yang berpotensi menambah kursi? Agus menargetkan, setiap dapil menghasilkan satu kursi. Kecuali dapil I (Bantul dan Sewon) dan dapil III (Pleret, Imogiri dan Dlingo). Kedua dapil ini ditarget dua kursi. Sebab, merujuk hasil pileg 2014 perolehan suara di dua dapil ini tinggi. Tapi, hanya menghasilkan satu kursi.

“Dapil I, misalnya, dapat 16 ribu kursi. Tapi kursinya hanya satu,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Bantul Subhan Nawwawi. Menurutnya, target delapan kursi bukan mustahil. Salah satu pertimbangannya, tidak sedikit simpatisan 1999 yang merapat kembali. Di sisi lain, LPP saat ini juga selektif menempatkan caleg.

“Kami pasang caleg-caleg yang berpotensi menang,” ungkapnya.

Pertimbangan lain adalah suara nahdliyyin – sebutan warga Nahdlatul Ulama – menyatu. Padahal, jumlah nahdliyyin di Kabupaten Bantul tidak sedikit. Mencapai 65 persen dari jumlah total penduduk.

“PKB dan NU sekarang tampil mesra. Cak Imin (Muhaimin Iskandar) dan Ketua PBNU juga harmonis,” jelas salah satu bakal caleg PKB Yasmuri.(zam/mg1)