JOGJA – Upaya penataan pemukiman kumuh terus dilakukan Pemkot Jogja. Tercatat, kawasan kumuh di kota ini sekarang tersisa144 hektare saja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, upaya pengurangan luasan kawasan kumuh tahun ini dilakukan dengan penataan reguler di sejumlah kelurahan. Terutama pemukiman di sepanjang Sungai Gajah Wong seperti Sorosutan, Muja-Muju, dan Warungboto.

“Di bantaran Sungai Winongo ada 11 kelurahan yang menjadi sasaran penataan, mulai dari Kelurahan Kricak hingga Gedongkiwo,” jelas Agus Senin (23/4).

Sementara itu Wakil Wali Kota jogja Heroe Poerwadi mengatakan, penataan kawasan kumuh di wilayahnya terus dilakukan hingga memenuhi target nasional yakni 100 persen sanitasi, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses air bersih. “Targetnya akhir 2019 tercapai,” jelasnya.

Di sela-sela meninjau proyek Kotaku di RW 06 Mujamuju, Umbulharjo, Heroe menambahkan,penataan kawasan mengedapankan prinsip kearifan lokal dan berbasis inovasi. Kawasan kumuh itu nantinya disulap menjadi lokasi menarik, sehingga dapat dikunjungi warga sebagai kawasan terbuka.

Apalagi, lanjutnya, kesadaran warga Kota Jogja cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya komunitas dan penggiat lingkungan yang telah berhasil melakukan sejumlah gerakan. (sky/bhn/laz)