JOGJA – Belum ada sebulan dipimpin pejabat baru, Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Jogjakarta berhasil menyita narkotika jenis ganja seberat 2,2 kilogram. Ganja didapat dari seorang karyawan rumah makan beralamat di Jalan C Simanjuntak, Terban, Jogja bernama Lorensius Handoko Nugroho alias Koko, 30. Ganja senilai lebih dari Rp 10 juta itu dikirim dari Medan, Sumatera Utara.

Tampak daun ganja kering itu masih terdapat dalam kotak dibalut lakban berwarna cokelat. Ganja dikirim melalui jasa ekspedisi ke alamat di mana tersangka bekerja. Tercatat pengirim atas nama Jabo Pasaribu, Jalan Mandala, Medan.

Kasat Resenarkoba Polresta Jogja Kompol Cahyo Wicaksono menyatakan, pemakai tersangka juga terindikasi sebagai pengedar. Dari keterangan, selain dipakai sendiri, rencananya ganja itu akan dipaketkan kembali ke sejumlah wilayah, salah satunya Bali.”Tersangka sudah memiliki pelanggan khusus,” kata Cahyo kepada wartawan di Mapolresta Jogja, Senin (23/4).

Tersangka dibekuk beberapa saat setelah menerima paket itu di tempat kerjanya pada 16 April. Ketika dilakukan penangkapan, tersangka tengah menggunakan ganja bersama seseorang berinisial CRG saat jam istirahat siang. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukanlah sebuah peket dalam kerdus cokelat yang ternyata berisi ganja 2,2 kg.

Hasil penyidikan terungkap, tersangka sudah empat kali melakukan transaksi narkoba dari Sumatera. Sebelumnya, Koko pernah menerima dalam jumlah yang lebih besar dibanding yang diterima saat ini yakni 4 kg. Ganja dipesan melalui media sosial, untuk selanjutnya dikirim melalui jasa ekspedisi jalur darat.

Selanjutnya aparat melakukan penggeledahan di kediaman tersangka di kawasan Sumberadi, Mlati, Sleman. Polisi menyita sebuah plastik berisi ganja 20,56 gram beserta biji ganja seberat 36 gram. “Tersangka ini pemain tunggal. Kami tengah buru penyuplai barang itu,” kata pamen yang menggantikan posisi Kompol Sugeng Riyadi.

Sementara itu Kapolresta Kombes Pol Tommy Wibisono mengatakan, ganja seberat 2,2 kilogram ini dapat merusak 6.000 orang, terutama generasi muda. Dia yakin sasaran pengguna ganja ini adalah anak-anak muda atau mahasiswa di Jogjakarta. Sebab selama ini peredaran narkoba di kota ini cukup terkenal dengan paket-paket kecil atau yang kerap disebut paket hemat (pahe).

“Siapa pun mencoba main (mengedarkan narkoba, Red) lebih baik mengurungkan niat,” ancam pria yang mulai hari ini akan promosi menjadi Karo SDM Polda Kalimantan Tengah ini.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. “Untuk rekannya CRG, tidak ada bukti keterlibatan sebagai pengedar, maka akan dikenakan asessmen ke tim assessmen terpadu Badan Narkotika Kota Jogja,” jelasnya. (bhn/laz/mg1)