Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ kembali menggelar bedah buku Senin (23/4). Acara yang sudah rutin diselenggarakan sejak tahun 2016 ini berlangsung di Balai Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Kesubid Perencanaan dan Pembangunan BPAD DIJ Dewi Ambarwati mengatakan, respons warga terhadap acara yang diselenggarakan oleh BPAD sangat positif. “Sangat antusias, ada 100 peserta lebih yang datang,” tuturnya.

Bedah buku kali ini mebahas tentang “3 Rahasia Sirsak Terkuak” karya penulis Heronymus Budi Santoso. Tema buku yang diambil oleh BPAD memang sengaja disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar. “Karena daerahnya cocok pertanian maka kami ambil tema pertanian,” jelasnya.

Selain itu, Dewi juga menyoroti rendahnya minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Padahal menurutnya setiap desa telah diberikan fasilitas berupa perpustakaan. Ia menyayangkan minimnya sosialisasi dari pemerintah desa sehingga tidak dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Lebih lanjut, dia ingin menghadirkan perpustakaan agar lebih dekat dengan masyarakat. “Dengan diselenggarakannya acara seperti ini semoga masyarakat semakin rajin ke perpustakaan,” harapnya.

Bedah buku tersebut juga menghadirkan tenaga ahli Komisi D DPRD DIJ yang Imam Sunjangi. Pria yang juga memiliki usaha apotek itu memberikan apresiasi terhadap kegiatan BPAD.

Menurutnya kegiatan semacam ini harus sering dilaksanakan. Ia juga menyatakan hal ini sekaligus sebagai tolok ukur sejauh mana peran pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Imam menyatakan, jika tingkat literasi akan berperan pada kualitas masyarakat. “Tingkat baca berpengaruh pada prestasi,” imbuhnya.

Buku tersebut menurut Imam juga dapat menjadi bahan bacaan yang meningkatkan pengetahuan masyarakat. “Nantinya masyarakat dapat menanam sirsak ataupun buah yang lain,” harap Imam. (cr4/din/mg1)