JOGJA – Organisasi Wanita Syarikat Islam Provinsi DIJ menyatakan tidak akan terlibat dalam politik praktis menjelang pelaksanaan Pemilu di 2019. Wanita Syarikat Islam akan menjadi partai independen yang mengedepankan kemajuan perempuan dari segi ekonomi.

Ketua Umum Wanita Syarikat Islam DIJ Erlina menegaskan, meski tidak masuk dalam percaturan politik praktis, pihaknya tidak menghalangi anggotanya untuk berkiprah di partai politik mana pun. Organisasi tetap menghargai hak-hak politik setiap anggotanya.

“Kami tidak berafisilasi ke partai mana pun,” tegas Erlina yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pimpinan Wilayah Wanita Syarikat Islam DIJ periode 2018-2023 Senin (23/4).

Dikatakan, organisasi yang dimpimpinnya ingin mengembangankan ekonomi, sesuai dengan harapan salah satu pahlawan nasional HOS Cokroaminoto. Langkah konkrit pemberdayaan perempuan yang dilakukan di organsasi ini adalah pembentukan koperasi bagi pengurus yang tersebar disetiap wilayah. Ada pula mengasah keterampilan perempuan, terutama ibu rumah tangga, untuk berwirausaha dengan bekerjasama dengan para pengusaha.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto ini menyebut, di masa mendatang peran perempuan dalam menjawab tantangan di era modern semakin berat. Oleh karenanya, mereka dituntut memilikisoft skill,agar bisa bermanfaat dalam keluarga. “Organsasi ini masih terus berkembang,” katanya.

Pada pelantikan kemarin sebanyak 33 pengurus dilantik di Ruang Rapat DPRD DIJ lantai 2.Setelah pelantikan, diselenggarakan sosialisasi empat pilar kepada para pengurus dan anggota Wanita Syarikat Islam. (bhn/laz/mg1)