MUNGKID- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam Pilgub dan Pilbup 2018. Karenanya, mereka rajin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Termasuk wartawan,seperti yang dilakukan di Hotel Ning Tidar Magelang, Rabu (25/4).

Kasubid Pemilu, Pendidikan, dan Budaya Politik Badan Kesbangpol Jawa Tengah Sumanto mengatakan, pendidikan politik adalah salah satu upaya mengatasai potensi krusial yang berpotensi terjadi. Misalnya pengerahan massa, black campaign, dan money politics.

Menurut Sumanto, pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman bagi masyarakat tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”Pendidikan politik bagi masyarakat, merupakan aktifitas yang harus terus berlanjut karena nantinya akan membentuk kepribadian publik, kesadaran politik, dan partisipasi politik,” lanjut Sumanto.

Ketua Lembaga Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (LPP PWI) Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir berpesan kepada seluruh awak media untuk tetap menjaga netralitas, terutama dalam segi pemberitaan terkait Pilkada 2018.”Jadi jangan sampai ada pelanggaran, terutama kode etik jurnalistik terkait penyelenggaraan Pilkada,” ujar Zaenal.

Sekjen PWI Jawa Tengah Isdiyanto Isman menambahkan, fenomena berita hoax makin marak beredar di kalangan masyarakat, apalagi di tahun politik seperti saat ini.”Saya harap para wartawan ini bisa betul-betul terlibat menyukseskan Pilkada, terutama kaitannya dengan menyampaikan pemberitaan yang benar, untuk melawan hoax,” Isdiyanto.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan wartawan yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung. (dem/din/mg1)