BANTUL – Ada angin segar bagi warga binaan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari. Mereka bakal mendapatkan pelatihan sekaligus peluang lapangan pekerjaan. Bahkan berpotensi menjadi wirausaha. Itu menyusul kerja sama antara Bapas Kelas II Wonosari dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul. Salah satu bentuk kerja sama yang diteken di kantor DKUKMP Rabu (25/4) berupa pembekalan materi ketrampilan dan kewirausahaan.

“Harapannya, dengan berbekal ketrampilan dapat melanjutkan hidup lebih baik,” jelas Kepala DKUKMP Bantul Sulistiyanta usai penandantanganan kerja sama.

Kendati begitu, Sulis menekankan, tidak semua warga binaan memperoleh pembekalan ini. Sebab, sasaran pembekalan ini adalah warga binaan yang berasal dari Kabupaten Bantul. Khususnya, warga binaan yang mendapatkan cuti maupun pembebesan bersyarat.

“Dari 150 warga binaan, 75 persen ternyata warga Bantul,” sebutnya.

Dikatakan, pembekalan ini merupakan bentuk kepedulian pemkab terhadap warga binaan. Targetnya mereka ikut membangun dunia usaha mikro kecil dan menengah di Bumi Projotamansari. “Kami nanti juga memikirkan permodalan mereka,” ungkapnya.

Kepala Bapas Kelas II Wonosari Surya Dharma menilai, pembekalan warga binaan sebagai salah satu upaya memulihkan hubungan mereka dengan masyarakat. Karena itu, Surya apresiatif dengan kebijakan yang digulirkan pemkab.

“Mereka bukan penjahat,” tegasnya.

Atas dasar itu pula, Surya berharap kerja sama ini kontinyu. Itu dengan harapan agar seluruh warga binaan mendapatkan bekal untuk berdikari. (cr2/zam/mg1)