Setelah berjalan empat tahun pada 59 lokasi wanadesa berdiri di atas lajan seluas 162, 45 hektare. Bibit pohon uang berhasil ditanam sejumlah 76.518 batang. Pemda DIY hanya mengalokasikan bantuan pemeliharaan tanaman pada tahun pertama. Padahal untuk dapat tumbuh dengan baik, tanaman perlu dipelihara secara intensif selama beberapa tahun masa pemeliharaan.

Menyadari keterbatasan kemampuan APBD DIY, Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY menjaring dan mendorong partisipasi masyarakat secara usaha agar ikut berperan dalam konservasi lingkungan melalui program adopsi pohon.

“Adopsi pohon kami tawarkan untuk masyarakat umum, perorangan atau kelompok. Juga wisatawan, tamu hotel, dunia usaha, BUMN dan perusahaan swasta,” jelas staf Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan BLH DIY Puranti Wiji Rahayu.

Pertama, Paket A Reguler. Nilanya Rp 500 ribu/orang/kunjungan ke Jogja. Umpan balik dari paket ini adalah stiker dan hotel yang menjalin kerja sama mengumpulkan dana itu mendapatkan sertifikat dari kepala BLH DIY atau gubernur DIY.

“Paket ini merupakan penerapan dari prinsip poluter pays atau penghasil polusi yang membayar biaya lingkungan,” beber dia.

Kedua, Paket B, ramah lingkungan. Nilainya Rp. 100 ribu/pohon/tahun. Sasarannya masyarakat umum perorangan. Umpan baliknya beruoa foto pohon yang diadopsi. Nametag pengadopsi pada pohon, sertifikat dari Kepala BLH DIY dan nama pengadopsi dicantumkan dalam newsletter Wanadesa. Foto pohon dengan Nametag nama pengadopsi dikirimkan dengan penjelasan data pohon.

Ketiga, paket C, cinta lingkungan. Nilainya Rp. 100 ribu/pohon. Minimal 100 pohon, dibayarkan sekali untuk setahun. Sasarannuya masyarakat umum perorangan atau kelompok, dunia usaha. Umpan balik yang diberikan dengan foto pohon yang diadopsi, sertifikat dari gubernur DIY, papan nama pada lokasi Wanadesa dan nama pengadopsi dicantumkan di newsletter wanadesa.

Keempat, paket D, ekslusif. Nilainya di atas Rp. 50.000.000,00 untuk pengembangan wanadesa. Umpan balik yang diberikan sertifikat dari gubernur DIY, papan nama donatur pada lokasi wanadesa, ditampilkan di iklan layanan masyarakat dan nama donatur dicantumkan di newsletter Wanadesa.

Kelima, paket E, wisata menanam. Nilainya Rp. 250 ribu/orang/paket kegiatan pada waktu tertentu. Misalnya November-Desember atau musim hujan/musim tanam. Sasarannya wisatawan, tamu hotel dan masyarakat umum perorangan atau kelompok. Umpan baliknya, peserta menanam sendiri bibit pohon di lokasi Wanadesa. Snack dan makan minum, foto pohon yang diadopsi, nametag dan nama pengadopsi dicantumkan di newsletter Wanadesa

Keenam, paket F berupa kerja sama pembuatan film. Nilanya Rp 10 juta atau lebih untuk pembuatan film bertema lingkungan. Anggaran untuk satu film Rp 150 juta. Sasarannya para pelaku dunia usaha. Umpam baliknya sertifikat , iklan layanan masyarakat ditampilkan dalam film dan film diputar di setiap kabupaten saat penyuluhan lingkungan.

” Nama pengadopsi dicantumkan di newsletter Wanadesa,” lanjut Puranti. (kus/mg1)