SUMENEP- Tidak ada target muluk-muluk yang akan dicanangkan PSIM Jogja saat melawat ke Stadion Ahmad Yani, Sumenep, kandang Madura FC, sore ini. Cukup bisa mencuri poin sudah menjadi capaian yang sangat bagus. Sebab, laga tandang selalu jadi momok Laskar Mataram.

Ya, musim lalu, PSIM hanya menorehkan dua kali seri saat melawat ke kandang PSBI Blitar dan Persepam Madura Utama. Sisanya, PSIM kalah di kandang Persebaya, Madura United, Madiun Putra, Martapura FC, Persatu Tubandan Persinga Ngawi. Termasuk kekalahan saat melawat ke Kendal dalam uji coba pramusim beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto tidak ingin hal tersebut menggangu psikologis pemain. Pihaknya optimistis bisa mencuri poin di kandang lawan. Terlebih 18 pemain yang dibawanya dalam kondisi fit. “Semua pemain sudah siap, kondisi cukup bagus dan bisa dimainkan. Mudah-mudahan mereka bisa bermain enjoy dan semangat dengan motivasi tinggi.” Ujarnya.

Dengan pemain yang bugar setelah perjalanan darat menjadi berkah tersendiri. Sehingga pelatih tetap memiliki pilihan pemain yang akan dimainkan. “Kami tidak mengandalkan satu dua pemian. Kami percaya seluruh pemain akan bermain sepenuh hati dan akan tampil yang terbaik bagi mereka sendiri dan juga bagi tim,” ungkapnya.

Erwan sepertinya tidak akan mengubah susunan pemain di lini belakang. Selain kiper Ivan Febrianto, kuartet pertahanan menjadi pos Eka Angger, Edo Pratama, Arifin dan Riskal Susanto. Sedangkan lini tengah, Raymond Tauntu bisa menjadi breaker yang merusak irama permainan lawan.

Lalu Fachry Muslim akan menjadi gelandang pengangkut air, istilah bagi pemain penghubung antara lini belakang dan lini tengah. Terlebih Erwan selalu menerapkan filosofi main bulid-up serangan dari bawah. Tugas mengkreasi serangan akan bertumpu pada Hendika Arga dengan dua sayap M. Rifky dan Ismail Haris. Menyuplai umpan-umpan terbaiknya untuk ujung tombak Tinton Suharto.

Erwan berharap, kelemahan transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya sudah bisa diperbaiki. Hal itu agar tidak dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik cepat yang kerap membahayakan gawang timnya. “Secara tim kami belum tahu kekuatan mereka. Tapi gaya permainan pelatih Salahudin kami sedikit paham karena pernah berjumpa. Kami akan coba antisipasi dengan bermain disiplin,” tuturnya.

Pelatih Madura Salahudin menginginkan pemainya bisa fokus dan tidak meremehkan lawan. Sehingga target mengemas poin penuh bisa tercapai. “Jangan sampai ada beban, bermain lepas namun tetap fokus meraih kemenangan,” ujarya. (riz/din/mg1)