(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Delapan belas gol tercipta dari 10 kali pertandingan ujicoba pramusim kompetitif yang dilakoni PSS Sleman. Jika dirata-rata, skuad Super Elang Jawa mencetak 1,8 gol setiap laga. Ini menandakan tidak ada masalah bagi tim untuk mencetak gol. Bahkan dalam empat pertandingan terakhir, Syamsul Chaerudin dkk 11 kali menjebol gawang lawan. Artinya lawan patut waspada terhadap lini serang PSS.

Ujung tombak Tambun Naibaho dan I Made ‘Binter’ Wirahadi terbukti mampu mencetak gol. Bahkan tidak hanya keduanya, barisan gelandang sampai lini belakang juga piawai membobol gawang lawan. Hal itu ditunjang dengan karakter main yang diinginkan pelatih Herry Kiswanto yakni kolektivitas dan penuh determinasi sepanjang 90 menit.

Lini tengah PSS memiliki gelandang-gelandang kreatif macam Adi Nugroho, Ilhamul Irhas, Ichsan Pratama, Dave Mustaine, dan Syamsul Chaerudin. Nama terakhir bertugas sebagai penjaga ritme dan kontrol permainan.

Selain itu, stok sayap-sayap PSS juga tidak kalah membahayakan gawang lawan. Teranyar adalah PSIR Rembang yang menjadi korban Irkham Milla dengan dua golnya bekerjasama dengan Rangga Muslim. Jangan lupakan pula Slamet Budiyono dan Rifal Lastori sebagai pelari dan pengumpan jitu.

“Kami siap tempur, tim sudah persiapan maksimal. Banyak lawan yang tentu menaruh perhatian besar pada PSS. Lawan juga akan sangat termotivasi mengalahkan kami, namun kami sudah antisipasi itu. Sudah biasa bagi kami,” kata Herkis.

Dia menyebut, Mojokerto Putra merupakan tim bagus dan tak akan meremehkan. Baginya setiap pertandingan selalu menjadi partai final dan dia menuntut pemain untuk selalu fokus sampai peluit akhir. Eks bek Krama Yudha Tiga Berlian itu berkaca pada beberapa partai uji coba yang dilakoni timnya selama ini. Total dari 10 uji coba PSS telah kebobolan 16 gol. Satu-satunya cleansheet terjadi tatkala bermain imbang 0-0 dengan Kuala Lumpur FA di Coppa Sleman lalu.

Kondisi tersebut tentu akan menjadi perhatian Herkis yang notabene mantan pemain belakang yang solid. Dia mengaku tidak henti-hentinya memberikan opsi latihan pertahanan bagi Hisyam Tolle dkk di barisan belakang. Salah satu pekerjaan rumah PSS ketik mendapat tekanan adalah antisipasi bola silang dan bola-bola mati di depan gawang. “Itu memang jadi catatan kami pelatih. Tapi kami harap besok (hari ini Kamis 26/4, Red) pemain bisa lebih solid,” imbuhnya.

Selain itu, PSS beberapa kali kesulitan nyetel dengan permainan terbaiknya di babak pertama. Barulah setelah keluar dari kamar ganti, permainan berubah lebih garang. Pelatih jeli melihat kekurangan di babak pertama. Pergantian pemain yang dilakukan Herkis kerap berbuah positif.

Apakah Gonzales akan dimainkan di partai perdana ? Jika status pemain yang diplot mendapat nomor 10 itu sudah disahkan PT Liga Indonesia Baru sebagai operator liga, menarik ditunggu penampilan El Loco berseragam hijau-hijau PSS. Namun sepertinya Herkis tidak ingin memaksakan menurunkan Gonzales jika belum betul-betul bisa memahami strategi main yang diinginkanya. Termasuk kondisi kebugarannya.

“Kami respek dengan pemain yang sudah lebih lama berlatih dan harus profesional. Kalau belum dimainkan besok (hari ini, Red) ya mungkin di pertandingan lain tentu masih bisa. Kami mengalir saja dan melihat perkembangan selama latihan dan lawan yang dihadapi,” jawab Herkis.

Pelatih Mojokerto Putra Jamal Yastro mengatakan, timnya belajar banyak dari pertemuan kedua tim di Coppa Sleman beberapa waktu lalu. Ketika itu The Lasmojo, julukan Mojokerto Putra kalah tipis 1-2 dari tuan rumah. Pihaknya memperbaiki kolektivitas permainan dan finishing. Dia menyadari PSS selalu bermain agresif apalagi di depan publik sendiri. Hal itu yang akan coba diredam Krisna Adi dkk.

“Target kami berusaha bisa curi poin di Sleman. Mungkin akan lebih banyak menunggu dan maksimalkan serangan balik. Tekanan suporter kami sudah pernah merasakan dan akan jadi pengalaman bagi pemain. Yang penting bermain tenang dan enjoy saja,” ujarnya. (riz/din/mg1)