SRI masih ingat tanggal nahas itu, yakni 12 Februari 1997. Ketika itu dia sedang mengantarkan temannya dengan sepeda motor. Malang tak bisa dihindari, kecelakaan hari itu membuatnya mengalami paraplegia. Tiga ruas tulang punggungnya hancur. Beberapa kali tindakan operasi tak mampu menyelamatkannya dari kelumpuhan.

Sejak saat itu perempuan kelahiran 10 Desember 1973 ini harus menghadapi kenyataan lumpuh akibat penurunan fungsi motorik dan sensorik dari gerak tubuh.

Sri memang sempat terpuruk. Namun, seiring berjalannya waktu dia mulai berpikir untuk bangkit dari kondisinya. Ingin bisa bergerak mandiri dan bekerja menghidupi diri sendiri menjadi alasan kebangkitan Sri. Dia tidak ingin meratapi nasib. Apalagi meminta-minta dan berharap belas kasihan orang lain.

Akhirnya dia mulai bangkit. Dengan sedikit uang yang dimiliki Sri nekat membeli sepeda motor, yang kemudian dimodifikasi menggunakan roda tiga. Ditambah kotak kecil yang bisa memuat kursi roda miliknya.

“Saya lantas mengunjungi teman-teman sesama difabel yang mengalami keterpurukan seperti saya. Agar mereka bisa bangkit bergerak lagi,” ungkapnya ketika berbincang dengan Radar Jogja belum lama ini.

Aktivitas itu dijalaninya sejak 2013. Mengunjungi rumah teman-temannya di wilayah Jogja dan Klaten belum membuat Sri merasa puas. Dia pun bertekad menjajal perjalanan panjang dengan touring Prambanan-Malang, Jawa Timur. Seorang teman dipilihnya untuk menjajal kemampuan berkendara sekaligus modifikasi motornya. Jarak tersebut ditempuhnya selama 12 jam. Sukses di percobaan touring pertama membuatnya ketagihan. Masih di tahun yang sama, dia mencoba rute Jakarta-Bali, namun dengan waktu lebih santai. “Ternyata mendapat perhatian banyak pihak, dukungan untuk saya mengalir,” ungkap Sri yang kini juga aktif di United Cerebral Palsy Roda Untuk Kemanusiaan (UCPRUK).

Seolah tak mau berhenti, Sri terus melakoni touring dengan rute-rute baru. Bahkan dia pernah menempuh perjalanan dari Sabang sampai Jakarta dalam waktu 36 hari. Kemudian rute Manado – Makassar, diselesaikan selama 24 hari. Tidak hanya berkendara, selama perjalanan dia juga banyak mengunjungi rekan-rekannya sesama difabel. Teman-temannya itu seperti tidak percaya bahwa orang lumpuh juga bisa touring ratusan kilometer. “Akhirnya banyak yang temotivasi dan mau keluar rumah, berusaha sehat dan bergerak. Paling tidak bisa bekerja menghidupi diri sendiri. Rasanya luar biasa sekali,” ujarnya.

Banyak cerita dari perjalanan ratusan kilometer yang dilalui Sri. Salah satunya, dia pernah merasakan ruang penjara kantor polisi. Hal itu terjadi ketika Sri melintas di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada 2014. Dia masuk sel penjara bukan karena melanggar lalu lintas atau berbuat kejahatan. Namun, sekadar menumpang untuk mengganti popoknya.

Ya, karena kelumpuhannya itu Sri mengenakan popok yang harus rutin digantinya dalam waktu tertentu selama di perjalanan. Dan ketika itu saatnya dia harus ganti popok.

“Waktu itu hanya ada kantor polisi, sehingga saya berhenti di sana. Tapi satu-satunya ruang kosong yang ada hanya sel tahanan. Jadilah saya ganti (popok, Red) di dalam sel itu dan malah bisa merasakan suasananya,” kenang Sri lantas tertawa.

Kisah Sri ternyata menyebar luas sampai ke telinga Pemerintah Arab Saudi. Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Indonesia pun menghadiahi Sri ibadah haji dan umrah gratis bersama kedua orangtuanya tahun ini. Hadiah yang bahkan dalam mimpinya pun, dia tidak berani meminta. Apalagi berangkat bersama kedua orangtuanya.

“Tidak pernah mimpi karena dulu mau kerja dapat uang saja sulitnya minta ampun. Pada 10 Maret lalu sudah umrahnya,” katanya.

Perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan Sri pula yang mendorong produsen ban sepeda motor Corsa melibatkannya dalam beberapa kali kegiatan touring beberapa waktu lalu. “Kisah Mbak Sri begitu menginspirasi. Kini kami sedang berdiskusi apa hal yang dibutuhkan Mbak Sri untuk membantu teman-teman difabel,” ungkap Akhmad Nursyamsu, Head of Brand Activation and Sport Activity PT Multi Strada Arah Sarana.

“Bukan hanya support ban motornya, tapi mungkin kursi roda untuk teman-teman ditabel juga akan segera kami wujudkan,” janjinya. (yog/mg1)