PURWOREJO-Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) dan dua tempat ibadah yang
terdampak tanah longsor dan banjir pada November 2017 silam mendapat bantuan tidak terduga dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Rinciannya, lima KK yang rumahnya mengalami rusak total masing-masing mendapatkan Rp 15.000.000. Sisanya masing-masing Rp 10.000.000.

Penyerahan dilakukan Bupati Purworejo Agus Bastian di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Kamis (26/4).

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Boedi Hardjono mengatakan, penerima bantuan
merupakan usulan BPBD Purworejo. Mereka dinyatakan layak menerima bantuan setelah dilakukan verifikasi. “Sebenarnya kepada setiap korban telah diberikan bantuan dari APBD kabupaten, selain logistik juga bantuan material,” kata Boedi.

Dia mengakui jika setelah sekian waktu pasca terjadinya bencana,
banyak dari rumah warga penerima bantuan yang telah melakukan
perbaikan akan rumahnya. Hanya saja, dia meminta agar bantuan yang diberikan melalui rekening itu nantinya tetap digunakan untuk rehabilitasi rumah.”Jangan untuk beli handphone,” pesan Boedi.

Bantuan yang diberikan inipun nantinya tetap akan dilakukan pengawasan
oleh provinsi. Setelah jadi harus ada pelaporan dari masyarakat ke
Pemkab Purworejo melalui BPBD Purworejo. “Selain bantuan ini, nanti masih ada bantuan untuk korban lain yang mendapat musibah di Desember 2017,” tambahnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengajak masyarakat untuk selalu bersikap waspada terhadap bencana alam. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda-tanda alam yang bisa
menjadi indikasi adanya bencana, apalagi dalam posisi cuaca yang tidak
menentu seperti sekarang. “Dan jika memang terjadi bencana, tentu tidak bisa total. Dan kepala desa serta camat saya minta selalu berkoordinasi dengan pemkab dan BPBD,” kata Agus. (udi/din/mg1)