SLEMAN – Warga Kepuharjo Cangkringan memutuskan memperbaiki jalan tanpa bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Padahal warga sudah berkali-kali berkirim surat permintaan perbaikan jalan ke pemkab.

“Hingga saat ini belum ada tanggapan,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto kemarin.

Jalan yang diperbaiki merupakan jalan kabupaten yang menjadi tanggung jawab pemkab. “Mungkin karena dianggap jalur tambang jadi tidak diperhatikan,” kata Heri ditemui di Dusun Kopeng Kepuharjo.

Jalan yang diperbaiki berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3. Sering dilalui kendaraan tambang. Jalan tersebut merupakan jalur utama evakuasi jika Merapi meletus.

“Kalau jalan tidak rata nanti kalau ada apa-apa warga kesulitan untuk evakuasi,” kata Heri.

Jalan tersebut rusak sejak 2006 dan dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan dari pemkab. Kerusakannya parah, beberapa tempat aspalnya hilang.

Perbaikan jalan ini menelan biaya hampir Rp 1 miliar. Warga setempat urunan dan mendapat bantuan perusahaan tambang pasir. “Karena ini jalan semua orang,” tuturnya.

Jalan tersebut juga jalur utama warga mencari rumput, jalur normalisasi dan jalur jeep wisata. Perbaikan ditarget selesai 1 Mei 2018. Memiliki lebar 5,5 meter dengan ketebalan 20 cm.

Pengecoran jalan dimulai sejak Rabu (25/4). Target dari perbaikan jalan ini meliputi Dusun Batur hingga sampai bunker Kaliadem dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Perbaikan tersebut diharapkan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dia berharap pemkab ikut membantu perbaikan jalan. (cr4/iwa/mg1)