Sekretaris BLH DIY Maladi mengatakan, lewat sosialisasi itu ingin mengenalkan pengertian dan manfaat penerapan eko efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan, secara sederhana eko efisiensi dapat diartikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan manusia dengan menggunakan sumber daya secara lebih hemat. “Limbah yang dihasilkan juga minimal,” katanya saat membuka sosialisasi.

Di negara-negara maju, eko efisiensi telah menjadi gerakan budaya masyarakat dan menjadi tolok ukur ramah lingkungan. “Alam dan isinya adalah titipan anak cucu dan bukan warisan dari kakek moyang,” ingatnya.

Eko efisiensi merupakan perpaduan bidang ekonomi dan ekologi sehingga implementasinya akan dapat meningkatkan kinerja ekonomi dan lingkungan hidup. Penerapan eko efisiensi mendukung upaya pembangunan berkelanjutan. “Eko efisiensi memandang sampah sebagai keluaran dan bukan produk yang masih dapat dimanfaatkan,” sambung Maladi.

Dia berharap, dengan sosialisasi itu dapat menumbuhkan motivasi dan inisiasi dalam penerapan eko efisiensi di lingkungan masing-masing. Sebanyak 50 peserta berasal dari tiga kelurahan di Kecamatan Jetis yang terdiri Kelurahan Bumijo, Gowongan dan Kelurahan Cokrodiningratan. Dalam acara itu, panitia memberikan contoh penerapan eko efisiensi. Misalnya, untuk menghemat produksi sampah, hidangan yang disajikan tidak memakai karus. Makan siang juga memakai piring dengan menu makanan lokal atau tradisional. (kus/mg1)