SLEMAN – Kantor Purikids di Sarirejo, Maguwoharjo, Sabtu pagi (28/4) tampak meriah oleh anak-anak dengan berbagai kostum seperti hewan dan baju daerah. Mereka sedang mengikuti lomba storytelling dalam rangka ulang tahun ke-20 lembaga belajar bahasa Inggris, olah vokal dan keyboard untuk anak usia 3,5-15 tahun ini.

Tidak hanya siswa Purikids, lomba ini juga diikuti siswa SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Jogja, Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Sebanyak 33 kelompok peserta, terdiri atas 27 kelompok SD dan 6 kelompok SMP, dengan jumlah dua atau tiga anak per kelompok. Mengangkat tema “Tell a story, Perpetuate the Culture”, lomba tingkat SD menceritakan cerita fabel, dan cerita rakyat untuk SMP.

Salah satunya Esqian Salmanayu, 10. Siswi SD Tumbuh 3 ini menceritakan The Ants and The Grasshopper versi Indonesia. Dia berlatih selama satu minggu bersama guru dan seorang temannya. “Yang susah itu waktu berubah ekspresi, sedih, marah, terus happy,” ungkapnya.

Ketua acara Yosefina Heriyanti menjelaskan, melalui cerita fabel dan cerita rakyat anak-anak diharapkan dapat melestarikan cerita rakyat Indonesia. Dengan harapan kelak ketika bertemu orang asing, mereka dapat menceritakannya.

“Mungkin selama ini dapat cerita di sekolah, di rumah, atau sudah baca buku cerita. Tapi mereka tidak diminta untuk menceritakan lagi. Kalau nggak cerita lagi pasti lupa, jadi ini recall memori cerita yang pernah didengar,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, Purikids menangkap adanya kebutuhan wadah untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam belajar bahasa Inggris. Menurut Fina, pendidikan bahasa Inggris maupun bahasa asing lain sejak dini penting, asal tidak menjadi beban bagi anak. “Pada dasarnya bahasa asing akan bermanfaat bagi kehidupan, karena semakin tinggi daya saing,” tambahnya.

Ponimin selaku Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman yang turut hadir menyatakan, metode storytelling harus terus dikembangkan. Bukan hanya belajar berbahasa Inggris, namun juga untuk mengangkat nilai cerita.

Lomba ini memperebutkan trofi dari Dinas Pendidikan Sleman, uang pembinaan, dan voucher kursus Bahasa Inggris senilai Rp. 400 ribu. (cr3/laz/mg1)