SLEMAN – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jogjakarta menggelar pameran literasi. Pameran digelar Kamis-Sabtu (3-5/5) di lapas setempat.

Mengusung tema Tinta di Balik Jeruji; Menulis Mimpi mereka menuangkan kreativitasnya lewat karya tulis ataupun lukis. Karya yang mereka hasilkan cukup baik.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jogjakarta Erwedi Suprayitno mengatakan acara ini merupakan inisiatif warga lapas. Mereka tergabung dalam Komunitas Pecinta Buku (Kopiku).

“Mereka yang meminta diselenggarakannya acara ini,” tutur Erwedi.

Dijelaskan, pameran bermula dari pidato Menteri Hukum dan HAM pada peringatan Hari Dharma Karyadhika Oktober 2017. Pidato itu membuat WBP merasa diberi ruang untuk literasi.

“Ternyata warga lapas mendengarkan dan menyambut baik langkah Menkumham,” kata Erwedi.

Acara tersebut dimeriahkan dengan seremoni pelepasan balon berisi harapan dan mimpi para WBP. “Semoga harapan dan mimpi mereka tercapai semua,” harap Erwedi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIJ Gunarso memberikan apresiasi kepada WBP yang terlibat pameran. Dia juga berterima kasih kepada Lapas yang menyediakan ruang khusus untuk menyalurkan kreativitas penghuni lapas.

Warga binaan Lapas Narkotika memang unik. Tak jarang mereka yang terjerat kasus narkotika sebagian besar seniman. Sehingga terdapat perbedaan mencolok dari segi kreativitas jika dibandingkan lapas umum.

Gunarso ingin agar warga lapas mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran ke dalam hal yang sifatnya positif. “Agar warga lapas bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” katanya.

Proses untuk menuju baik memang sangat panjang dan berat. Diakui Gunarso, dengan adanya literasi di lapas ini dapat membantu proses rehabilitasi.

Dia berharap agar warga lapas dapat membuat kerja sama dengan komunitas literasi. Sehingga akan ada pertukaran ilmu yang menambah wawasan warga lapas. (cr4/iwa/mg1)