JOGJA – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja berupaya memaksimalkan drainase di beberapa lokasi rawan genangan. Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi banjir.

Perbaikan drainase sudah mulai dilakukan di beberapa tempat., Agar saluran air tidak mengalami masalah ketika menampung air hujan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPKP Kota Jogja Aki Lukman Noor Hakim mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengurangan lokasi genangan di Kota Jogja. Pada 2017 diselesaikan lima lokasi genangan.

Lalu pada 2018 pihaknya sudah merampungkan dua lokasi genangan. Lukman mengatakan pada 2019 Dinas PUPKP masih punya pekerjaan menyelesaikan 16 lokasi genangan.

‘’Upaya mempercepat penyelesaian perbaikan drainase yang panjangnya 334 kilometer ini juga sudah kami dilakukan,” ujar Lukman.

Menurut dia ada kendala pada drainase di Prawirotaman. Pembersihan terhambat karena belum adanya personel yang mampu membersihkan drainase di sana.

Sebab di dalam drainase Prawirotaman terdapat limbah kamar mandi. Para pekerja tidak mau masuk membersihkan salurannya.

‘’Saya bingung kalau tidak ada pekerjanya seperti ini,” ujar Lukman.

Fungsi drainase untuk menampung air hujan. Bukan untuk pembuangan limbah rumah tangga. Fungsi utamanya menyimpan cadangan air dan sumur resapan.

Lukman mengatakan saluran limbah juga telah dibuat. Saluran ini untuk menampung limbah masyarakat.

‘’Warga sudah dibuatkan saluran limbah. Jika masih kurang, bisa minta ke kami. Nanti kami sambungkan,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat sadar akan fungsi drainase. Jika drainase tercemar maka air tanah tercemar juga. ‘’Itu akan berpengaruh pada sumur-sumur di permukiman” ujarnya. (cr5/iwa/mg1)