BANTUL – Setelah 24 jam tenggelam, tubuh Mansur, 25, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin (2/7). Tubuh wisatawan asal Kandangan, Condong Catur, Pejawaran, Banjarnegara (kemarin disebutkan Condong Cambur, Dieng, Magelang) ditemukan mengapung di kawasan Pantai Pandansari. Sekitar sepuluh kilometer barat Pantai Parangtritis.
Dari informasi yang diperoleh, jasad korban diketahui pertama kali sekitar pukul 17.25. Saat itu seorang pemancing melihat sesosok mayat mengapung di kawasan Pantai Pandansari.

”Kami langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi,” jelas Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto.
Dari hasil pemeriksaan, Ali memastikan sesosok mayat yang mengapung tersebut adalah korban tenggelam Pantai Parangtritis. Itu mengacu ciri-ciri dan pakaian korban. Saat ditemukan, sesosok mayat itu mengenakan kaos berwarna putih dipadu celana coklat gelap. Persis dengan pakaian yang digunakan korban.

”Korban dibawa ke rumah duka,” ujarnya.
Hingga kemarin petang, personel tim SAR masih intens melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya bernama Ismulmaulid Balia Muhammad, 13. Salah satu upayanya dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai. Itu untuk berjaga-jaga bila tubuh korban terbawa arus gelombang.
Seperti diberitakan, dua wisatawan asal Kandangan, Condong Catur, Pejawaran, Banjarnegara Minggu (1/7) tenggelam di kawasan Pantai Parangtritis. Saat itu Bali, sapaan Ismulmaulid Balia Muhammad terseret arus saat bermain air. Melihat kejadian itu seorang temannya bernama Irmawan berusaha menyelamatkannya. Dengan cara berupaya menarik tangannya. Namun, upaya ini gagal. Nah, rekan Bali bernama Mansur giliran berusaha memberikan pertolongan. Apesnya, pemuda yang berprofesi sebagai petani ini malah ikut tenggelam lantaran terseret arus.

Sementara itu, Komandan SAR Bantul Arif Nugraha menyinggung masih rendahnya kesadaran wisatawan terhadap potensi bahaya arus bawah ombak. Nyatanya, masih banyak wisatawan yang mandi di arus tenang. Padahal, arus tenang yang notabene menjadi penanda palung memiliki potensi menenggelamkan sangat tinggi.
”Rerata wisatawan ingin mandi di laut dengan arus yang tenang,” jelas Arif menyebut hasil surveinya terhadap wisatawan.
Dikatakan, terjadinya arus tenang ini karena pertemuan dua arus arah pantai. Nah, bertemunya dua arus ini membentuk arus bawah yang menarik ke sisi selatan. Melihat bahaya yang mengintai, Arif mengungkapkan, tim SAR menyarankan bermain air dengan gelombang tinggi jauh lebih aman.
“Ombak besar itu justru lebih aman untuk mandi di laut,” ujarnya.
Saat ini, Arif mencatat ada empat arus bawah di sepanjang kawasan Pantai Parangtritis. Keempat titik ini tersebar dalam radius kurang lebih satu kilometer di sepanjang bibir pantai. (cr6/dwi/zam/mg1)