KULONPROGO – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan dalam pengentasan kemiskinan, harus ada jalan cepat meningkatkan kesejahteraan. Sudah banyak terobosan dilakukan. Ada Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), AirKu, dan belabeliku.com.

“Kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) menjadi harapan. Pasokan AirKu akan masuk ke NYIA. Ada juga produk kopi lokal Starprog, bersaing dengan Starbucks. Bandara juga harus mengakomodir produk lokal, Tomira (Toko Milik Rakyat),” ujar Hasto.

Sedangkan mengenai konsep Smart City diharapkan mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat. Menjadi daya ungkit menyelesaikan persoalan kesejahteraan.

Hasto Wardoyo mengatakan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia. Acara berlangsung di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Rabu (4/7).

“Jika Smart City hanya label pajangan untuk tebar pesona, tidak ada artinya. Mungkin Kulonprogo akan dinilai bagus, tetapi jika tidak mampu mandiri secara ekonomi, tak ada gunanya,” kata Hasto.

Dikatakan, perlu penanganan tepat untuk membangun kemandirian ekonomi. Sehingga Indonesia lepas dari ketergantungan negara lain.

“Praktik smart city nanti, BUMD harus profesional. Bijak dalam menggandeng BUMDes. Jaringan fiber optic sudah terpasang, semua kecamatan telah terpasang fiber optic,” kata Hasto.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo Rudiyatno mengatakan Bimtek Smart City tahap pertama berlangsung hingga Kamis (5/7). Tenaga ahli akan membimbing penyusunan rencana dan arah implementasi smart city. (tom/iwa/mg1)