PURWOREJO – Wacana relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sebomenggalan di Kecamatan Purworejo ke bekas lokasi awal, masih menuai perdebatan. Pemindahan yang dipicu adanya rencana pengembangan Gedung Wanita Ahmad Yani yang memanfaatkan lahan SD tersebut, menjadi topik hangat pekan kemarin.

Komisi D DPRD Purworejo yang digawangi salah seorang anggotanya Imam Teguh Purnomo dalam beberapa kesempatan menolak rencana awal adanya regrouping sekolah itu dengan SDN Kepatihan. Pihaknya bersama komite sekolah memilih untuk mengembalikan sekolah tersebut ke lokasi pertama sebelum dipindah.

Permasalahan yang ada, bangunan sekolah awal yang berada di samping barat Gedung Wanita saat ini ditempati KPU Purworejo. Penyelenggara pemilian umum ini belum lama pindah ke lokasi itu, di mana sebelumnya menempati salah satu bangunan di dalam kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo.

Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono menyebut, apa yang disampaikan anggotanya adalah sikap pribadi dan bukan atas nama lembaga. Pihaknya meminta seluruh pihak agar menyikapinya dengan baik. “Regrouping dan relokasi SD Sebomenggalan itu masih wacana pemkab, tapi sudah menjadi polemik dan isu yang luar biasa. Ini membuat suasana di masyarakat tidak konsusif,” kata Luhur.

Dirinya meminta seluruh elemen masyarakat bisa bersikap bijak dan melihat semuanya secara keseluruhan. Ia tidak sependapat jika SD itu pindah ke lokasi lama yang sekarang ditempati KPU Purworejo. “Kami meminta bupati untuk tidak memindahkan SD Sebomenggalan ke kantor KPU. Kontrak KPU di gedung itu dengan pemkab untuk lima tahun dan saat ini baru setahun,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Purworejo Said Romadhon mengatakan, pihaknya sudah merencanakan pergeseran beberapa kantor di Kabupaten Purworejo. Dan rencana relokasi SDN Sebomenggalan juga sudah masuk dalam pembahasan rencana. “Saya minta sekolah itu tetap berjalan seperti biasa dan menerima murid seperti biasa,” kata Said.

Diakui, Gedung Wanita memang tengah disiapkan menjadi Business Center Comunity atau kawasan bisnis di Kabupaten Purworejo. Dan pembangunan atau pengembangan itu berdampak terhadap keberadaan sekolah yang ada di belakangnya. Selain SD Sebomenggalan, masih ada satu TK di belakang kawasan itu.

“Rencananya TK dipindah ke Brengkelan dan SD ke lokasi lama,” kata Said. Sedangkan KPU Purworejo akan dipindah ke kantor yang sekarang ditempati Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan di sebelah selatan GOR WR Soepratman. Selanjutnya dinas yang dipimpin Susanto itu menempati bangunan tua yang saat ini untuk Kantor Panwas Kabupaten Purworejo di sebelah barat Gedung Setda.

“Panwas diarahkan menempati Kantor Kominfo yang sudah mulai pindah Sabtu kemarin ke Kompleks Setda,” jelas Said Romadhon. (udi/laz/fn)