BANTUL – Usaha keras PSIM Jogja meraih poin penuh dari Persiwa Wamena kandas. Kemarin, bermain di hadapan ribuan supporter yang memadati Stadion Sultan Agung (SSA), Laskar Mataram -julukan PSIM Jogja harus berbagai angka dengan skuad Badai Pegunungan Tengah -julukan Persiwa Wamena dengan skor 2-2.

Padahal dalam waktu 90 menit PSIM dua kali memimpin laga. Namun, rapuhnya organisasi lini pertahanan PSIM, harus dibayar mahal atas dua gol yang lahir dari gelandang serang Persiwa Wamena, Andreas Crismanto Ado di menit 67 dan 82.

Ya, Ado benar-benar menjadi momok bagi barisan pertahanan PSIM yang dikomandoi oleh Edo Pratama. Apalagi, dua gol balasan lahir dari alur serangan yang sama, memanfaatkan lemanya sisi kiri zona flank dari PSIM Jogja. “Dua gol lahir akibat organisasi antar lini tidak bagus. Pemain dan pertahanan cuma fokus di bola. Tidak melihat pemain,” kata Bona usai pertandingan.

Sorotan juga layak ditujukan pada barisan penyerang parang biru. Bagaimana tidak, berkali-kali peluang emas yang dimiliki PSIM Jogja gagal dimanfaatkan oleh barisan penyerang. Puncaknya, upaya PSIM Jogja untuk kembali unggul di masa injury time gagal, setelah bola rebond hasil shooting keras M Rifky gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Ismail Haris.

Sementara gelandang serang Hendri ‘Hendrico’ Satriadi menjadi sosok berjasa dalam terjadinya gol PSIM Jogja. Saat permainan baru memasuki menit ke 11 Hendrico, membuka kran gol bagi PSIM Jogja hingga jeda turun minum.
Hendrico juga menjadi arsitek atas gol kedua yang diciptakan il capitano, Hendika Arga di menit 67. Umpang silang terarahnya, mampu disundul dengan sempurna ke tiang dekat, megecoh kiper Adek Edo Kurnia.

Dengan raihan satu poin, PSIM Jogja naik dua peringkat ke posisi tujuh. Sedangkan Persiwa Wamena tetap menjadi juru kunci Grup Timur Liga 2. “Pemain sudah maksimal namun hasil belum seperti yang diinginkan,” kata Bona.

Sementara itu senyum semringah tampak dari raut muka pelatih Persiwa Suimin Diharja. Dia pun tak menyangka mampu mencuri angka ketika berhadapan dengan mantan anak asuhnya. “Awalnya kami ragu bisa apa, nyatanya mami bisa berbuat,” kata Suimin.

Pria gaek dengan julukan pelatih kampung ini mengatakan, sejak awal memotivasi skuadnya untuk bermain pantang menyerah sebelum peluait akhir dihentikan. Dia melihat, setelah babak kedua, para pemainnya memiliki keunggulan dari sisi fisik. “Makanya kami berani main cepat,” jelasnya.

Pasca laga melawan Persiwa, Laskar Mataram kembali akan melakoni laga kandang melawan Kalteng Putra. Poin tiga, wajib diamankan oleh Edo Pratama cs untuk bisa bersaing merebut papan atas. (bhn/din/mg1)