SLEMAN – Sebanyak 38 ekor burung merpati dilepas Dirut PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edi Setijono bersama jajarannya. Pelepasan ini sekaligus menjadi penanda HUT ke-38 TWC.

Edi Setijono menyatakan, dalam usia TWC yang sudah 38 tahun ini merupakan suatu tahapan yang dianggap sudah cukup matang bagi sebuah perusahaan agar melakukan transformasi ke bentuk selanjutnya.

Menurutnya, transformasi ini merupakan salah satu rencana jangka panjang perusahaan.

“Mulai tahun ini akan menjalankan program transformasi visi baru,” kata Edi di sela-sela acara upacara HUT ke-38 TWC minggu (15/7).

Sebelumnya, TWC hanya fokus pada pelayanan candi. Dengan adanya visi baru ini dia ingin mengubah core bisnis dari layanan menjadi jasa. “Visi baru kami menjadikan TWC sebagai Indonesian Heritage Management Corporation,” tegasnya.

Sesuai dengan visi itu, pihaknya tidak hanya fokus pada tiga candi. Menurutnya, heritage tidak harus candi. “Kami akan mulai menggali cagar budaya di Indonesia. Bukan hanya terpaku pada candi,” ungkapnya.

Dikatakan Edi, pembaruan visi ini merupakan lompatan yang sedang dibangun. Tentu saja persiapannya dibarengi proses penguatan di tubuh organisasi.

“Pertama persiapannya Internal Enterprise Resource Planning (ERP) dulu, itu menjadi dasar,” tuturnya.

Kedua, pihaknya mempersiapkan konsep digitalisasi destinasi wisata. Era digitalisasi memang sudah tidak bisa lagi dibendung. Pada akhirnya jika tidak mengikuti perkembangan zaman, maka akan kalah bersaing.

Maka dari itu dia menjadikan Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko sebagai pilot konsep digitalisasi tourism. “Semoga digitalisasi destinasi wisata ini akan menjadi platform baru,” harapnya.

Di tahun 2018 ini, pihaknya juga sedang mempersiapkan penandatanganan program World Heritage Twin Program bekerja sama dengan pengelola program world heritage lain di seluruh dunia. “Pertama 2016 dengan Peru, 2017 dengan India, kita pilih Tajmahal dan 2018 akan teken kontrak dengan Tajmahal,” bebernya.

Pemilihan Tajmahal merupakan suatu upaya untuk mengenalkan potensi destinasi wisata cagar budaya dunia yang memiliki kesamaan. Baik dari segi cerita dan bentuk fisik bangunan.(sce/har/laz/mg1)