GUNUNGKIDUL – Ribuan anak Sekolah Dasar (SD) Senin (16/7) mulai ganti seragam biru putih. Selama tiga hari kedepan mereka mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Diawali parenting dengan melibatkan orang tua murid dan menggandeng pihak kepolisian.

Kepala SMPN 2 Wonosari Purwanto mengatakan, kegiatan MPLS diperlukan agar peserta didik dan orang tua mengenal lebih jauh tentang tempat kegiatan belajar mengajar (KBM). Komunikasi yang dibangun sejak dini diharapkan dapat memperlancar hubungan sekolah dengan wali murid.

“Parenting adalah kegiatan penyerahan anak kepada pihak sekolah, dan dilakukan pembentukan persatuan orang tua. Pelibatan orang tua sangat dibutuhkan dalam kegiatan sekolah,” kata Purwanto.

Dia menjelaskan, dalam MPLS juga melibatkan instansi terkait. Di antaranya puskesmas dan Polres Gunungkidul. Dalam kesempatan kemarin pihak kepolisian menyosialisasikan terkait rambu-rambu lalu lintas.
“Tujuannya agar peserta didik tertib lalu lintas,” ujarnya.

Purwanto bersyukur kegiatan MPLS berjalan sesuai dengan rencana. Diharapkan ke depan proses KBM berjalan dengan baik, sehingga anak didik dapat menimba ilmu dengan perasaan senang.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan sangat diperlukan. Komunikasi akan lebih intens nanti,” terangnya.

Disinggung mengenai sistem zonasi, menurutnya, hanya perlu penyesuaian. Terlebih penerapan sistem zonasi dapat mempermudah masyarakat untuk menyekolahkan anak. Terlepas dari sejumlah kendala, Purwanto berkeyakinan mutu pendidikan peserta didik akan lebih baik.

“Kami juga membebaskan orang tua murid untuk mendapatkan seragam. Ke depan kami akan mengembangkan sekolah asuh sebaya. Jika di SMPN 2 sudah tidak ada lagi yang disantuni, program dapat dilaksanakan di sekolah lain,” ucapnya.

Sementara itu, Kanit Pembinaan Ketertiban Masyarakat Satbinmas Polres Gunungkidul Iptu Surahyo mengatakan, kegiatan MPLS kali ini diisi dengan beragam materi seputar lalu lintas. Juga, kenakalan remaja.

“Korban lakalantas usia anak cukup tinggi, jadi harus diantisipasi sejak dini,” katanya.

Materi lain yang disampaikan adalah seputar bahaya penggunaan narkoba. Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata serta berbagai lini diharus diwaspadai. Sebab, hal tersebut juga memiliki sisi negatif. (gun/zam/mg1)