JOGJA – Indonesia adalah negara yang memiliki natural resources yang luar biasa dan bermanfaat bagi dunia kosmetik, obat-obatanm, dan makanan. Dengan demikian diperlukan jejaring yang kuat di bidang ini, termasuk dari sisi pendidikan.

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dr Gregorius Sri Nurhartanto, SH, LL.M mengatakan, Fakultas Teknobiologi Universitas UAJY kembali menggelar acara seminar internasional selama dua hari pada 13-14 Juli 2018.

Acara yang diadakan di Kampus III Gedung Bonaventura UAJY telah memasuki tahun kedua dengan mengambil tema International Seminar on Natural Resources Biotechnology from Local to Global.

“Acara ini dapat memperkuat jejaring Fakultas Teknobiologi dan partnernya dari seluruh negara dengan bertukar informasi dan pengetahuan,” ujarnya.

Melalui seminar ini, harapannya para peserta turut serta mempopulerkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki natural resources yang luar biasa dan bermanfaat bagi dunia.

“Termasuk kemudian bagaimana melakukan konservasi terhadap segala macam keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia”, ungkapnya.

Seminar ini diikuti oleh 59 peserta dari 29 universitas dan badan penelitian. Di antaranya Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Cenderawasih, Universitas Udayana, Purwodadi Botanical Garden dan Indonesian Sweetener and Fiber Corps Research Institute.
Acara ini juga menghadirkan pembicara dari Sariayu Martha Tilaar, Universitas Gadjah Mada, Graz University of Technology, University of Oregon dan National University of Singapore.

Dengan mengambil tiga topik utama yakni tentang makanan, lingkungan dan industri, acara seminar yang berbentuk presentasi poster dan oral ini telah menghasilkan tiga pembicara terbaik yakni Yane Oktovina, PhD; Dr Ir Tati Barus, MSi; dan Prof Dr Lily Surayya Eka Putri, M. En., Stud.

Sedangkan dua poster terbaik berhasil diraih oleh Brigitta Tita Gildania, serta Heri Prabowo M.Sc. bersama Janis Damaiyani M.Sc.

“Nantinya hasil dari penelitian akan diseleksi dan dikirimkan ke Biodiversity untuk dipublikasikan sebagai suatu jurnal,” ungkap ketua pelaksana Monica Ruwaimana, MSc. (ila)