SLEMAN – Bukan hanya karena api Asian Games 2018 pertama kali mendarat di Bandara Adisutjipto yang menjadikan momentum itu begitu istimewa bagi warga Kabupaten Sleman. Lebih dari itu karena Sleman menjadi tuan rumah penyatuan api Asian Games yang dibawa dari India dengan api abadi dari Mrapen, Purwodadi. Lebih membanggakan lagi karena tujuh atlet asal Sleman turut berjuang dalam laga empat tahunan tersebut. Mereka adalah Fitriyani dan Seto yang berlaga di cabang olahraga panjat tebing, Gunawan Pandu Khallista (baseball), Toga Pramandita (judo), Cindy Tugiyati (sepak bola putri), Tri Sukma Nugraeni (rugby), dan Adrianida Irma Saleh (penthatlon).
“Kami berharap keikutsertaan para atlet Sleman dalam ajang Asian Games dapat memicu semangat atlet lainnya untuk dapat berprestasi lebih baik dalam bidang olahraga,” ungkap Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Selasa (17/7). Ketujuh atlet tersebut, lanjut Muslimatun, bukan hanya akan mengharumkan nama Kabupaten Sleman, tapi juga Indonesia. Karena itu Muslimatun mendorong seluruh institusi pengampu cabang olahraga di Sleman terus mengembangkan potensi para atlet.

Kepada warga Sleman Muslimatun mengimbau untuk bersama-sama memeriahkan kehadiran api Asian Games 2018 dengan menunjukkan sikap, karakter, dan keramahtamahan khas Jogjakarta. “Tunjukkan masyarakat Sleman dan Jogjakarta istimewa,” tuturnya.
Muslimatun menegaskan, Asian Games 2018 menjadi momen strategis bagi warga Sleman untuk menunjukkan keelokan budaya daerah. Khususnya di bidang pariwisata. Sebab, arak-arakan api Asian Games bukan hanya akan disaksikan warga DIJ. Tapi akan menjadi sorotan jutaan masyarakat Asia, bahkan dunia. Apalagi acara tersebut bakan diliput oleh lebih dari 45 media asing.

Muslimatun menilai, dipilihnya Sleman sebagai titik tolak perhelatan akbar itu tak lepas oleh potensi dan kekayaan alam yang di Bumi Sembada. Selain keindahan alamnya, juga kearifan lokal budayanya. Itulah kekuatan masyarakat sebagai penyebar semangat euforia Asian Games 2018.
Adapun sebelum diarak keliling 50 kota di 18 provinsi se-Indonesia, api Asian Games diserahkan kepada Bupati Sleman Sri Purnomo di Candi Ratu Boko, Prambanan. Kemudian disatukan dengan api Mrapen di Candi Prambanan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sore nanti. Selanjutnya api diinapkan di Pagelaran, Keraton Jogjakarta. Besok pagi api tersebut dilepas oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X untuk dikirab mengelilingi Kota Jogja. Di Tugu Jogja api dalam bentuk obor diterima Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti kemudian dilepas lagi menuju perbatasan Prambanan, Sleman dan Klaten, Jawa Tengah.(*/yog/mg1)