MAGELANG-Partai-partai politik (Parpol) yang ada di Kota Magelang cenderung melakukan pendaftaran para bakal calon legislatif (caleg) pada last minutes. Hal ini ditunjukkan baru ada dua partai yang mendaftar hingga Senin siang (16/7), yang notabene adalah H-1 penutupan pendaftaran di KPU Kota Magelang. Dua partai yang mendaftar adalah Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Kemudian pada Selasa (17/7), yang merupakan hari terakhir pendaftaran, menyusul Partai Demokrat (PD) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Disusul siang harinya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan partai-partai lainnya, termasuk PDI Perjuangan.

Ada catatan dari KPU Kota Magelang soal persyaratan yang banyak belum dipenuhi. Terutama menyangkut kelengkapan administrasi, seperti yang diungkapkan Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Sosialisasi Singgih Hardjanto.“Kami fokus cek kelengkapan administrasi bacaleg dan kami temukan banyak kelengkapan administrasinya yang kurang. Namun, memang hal itu dimungkinkan, karena nanti ada kesempatan melengkapi dan atau memperbaikinya sampai 31 Juli,” ujar Singgih.

Ditegaskan, tugas KPU saat ini memastikan kekurangan yang harus dilengkapi oleh masing-masing bacaleg. Termasuk mengecek keabsahan yang sudah diserahkan. Kelengkapan administrasi yang kurang di antaranya SKCK belum jadi, surat sehat belum jadi, ijazah kurang legalisasi, KTP buram, dan banyak lainnya.”Tanggal 20 Juli nanti kami umumkan keabsahan dan pemenuhan kekurangannya,” tuturnya.

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amran menambahkan, ada dua berkas yang diserahkan oleh parpol ke KPU, yakni berkas pencalonan dan berkas bakal calon. Berkas pencalonan dibuat oleh partai, terdiri dari surat pencalonan oleh partai dan daftar bakal calon per daerah pilihan (dapil).

Kemudian pernyataan bahwa proses seleksi sudah demokratis dan pakta integritas. Selain itu bakal calon yang dicalonkan bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi.“Berkas pencalonan ini harus ada dan sah, baru pencalonan diterima KPU,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Dian Mega Aryani mengaku, partainya mendaftarkan sebanyak 25 bakal calon legislatif untuk bertarung dalam Pileg 2019 mendatang. Sebanyak 30 persen lebih adalah bakal calon dari kalangan perempuan.

Bakal calon perempuan tersebar di Magelang Utara tiga orang, Magelang Tengah tiga orang, dan empat perempuan di Magelang Selatan.”Kami optimistis dapat meraih 5 kursi dan siap membawa aspirasi masyarakat,” ungkapnya didampingi Sekretaris DPC Partai Demokrat, Marjinugroho.

Jika pendaftaran caleg di KPU Kota Magelang para parpol memasang 25 nama, sesuai jumlah kursi di DPRD Kota Magelang, hal berbeda terjadi di KPU Kabupaten Magelang. Parpol-parpol cenderung untuk tidak mengajukan 50 nama caleg. Padahal kursi di DPRD Kabupaten Magelang sejumlah 50 buah.“Berdasarkan data yang mendaftar baru Partai Demokrat dengan 36 bacaleg, PSI dengan 20 bacaleg dan NasDem 40 bacaleg,” tandas Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifudin. (dem/din/mg1)