PURWOREJO – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo periode 2014-2019 memilih beristirahat dari panggung pemilihan legislatif 2019. Bermacam alasan menjadi dasar tidak kembali berlaga, mulai faktor usia, unsur kekerabatan, maupun dipecat dari keanggotaan partai.

Sementara itu, ada dua anggota aktif yang tidak maju di tingkat kabupaten karena naik kelas mengikuti ajang pemilihan legislatif untuk DPRD tingkat provinsi. Keduanya adalah Imam Teguh Purnomo dari Fraksi Golkar dan H Thohari dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Jogja, setidaknya ada lima anggota yang saat ini aktif tidak maju lagi. Mereka adalah H Munawir dan Kons Gudoyo dari Partai Golkar, Sutarno dari PDI Perjuangan, Dwiyanto dari Hanura dan Dian Setyowati dari PKS.

Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Luhur Pembudi Mulyono mengatakan, Sutarno yang saat ini menjabat ketua Bapem Perda memilih beristirahat karena masalah kesehatan. “Pak Tarno sudah lebih satu periode duduk sebagai anggota DPRD. Dan pada pileg nanti akan istirahat karena kesehatan,” katanya Kamis (19/7).

Ketua Harian DPD Golkar Purworejo Kelik Susilo Ardani juga membenarkan tiga anggota aktifnya di DPRD Purworejo tidak akan berlaga dalam perebutan kursi di Purworejo. H Munawir yang menjabat wakil ketua memilih mundur karena faktor usia. Dalam pemilihan nanti, posisinya digantikan sang anak.
“Kalau Pak Kons (ketua Komisi A), juga akan beristirahat. Ada salah satu saudaranya yang akan berlaga di dapil yang sama,” jelas Kelik. Ada pun Imam Teguh Purnomo mendapatkan kesempatan melaju ke tingkat Jawa Tengah. Duduk sebagai salah satu pengurus DPD Golkar Jateng, Imam dipercaya DPD Jateng mewakili Dapil VI Jawa Tengah.

Kesempatan yang sama diberikan kepada Ketua Fraksi PKS dan Wakil Ketua Komisi D, H Thohari yang akan maju di tingkat Jateng. Kebijakan partai di mana setelah dua periode menduduki jabatan yang sama harus naik kelas, menjadikan Thohari harus berjuang di level yang lebih tinggi.

“Ustad Thohari ke Jateng. Kalau DS tidak diajukan lagi karena yang bersangkutan sudah kami pecat,” ujar Ketua PKS Purworejo Reko Budiyono. DS atau Dian Setyowati adalah anggota Komisi A yang mendapat sanksi berat dari partai karena dinilai melakukan pelanggaran berat. PKS sendiri saat ini tengah memproses pergantian antar waktu (PAW) untuknya.

Wakil Rakyat dari dapil 2 (Bagelen, Ngombol dan Purwodadi) dari Partai Hanura Dwiyanto juga tidak maju. Dia yang menjadi anggota Komisi C akan digantikan posisinya di BCAD oleh saudaranya. “Dari tiga anggota aktif, hanya Mas Dwiyanto yang tidak maju. Dua yang lain tetap,” kata Ketua DPC Hanura Cipto Waluyo. (udi/laz/mg1)