Makam yang dipagar tembus pandang itu terlihat begitu bersih. Tidak ada kembang atau sejenisnya. Benar-benar hanya makam terbuat dari batu pualam putih. Itulah makam Kaisar Mughal Syah Jahan untuk istri tercintanya dari Persia, Arjumand Banu Begum atau lebih dikenal dengan sebutan Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal di Taj Mahal.

Pengunjung bisa menyaksikan lorong atau banyak ruangan di sisi makam. Ruangan itu dulunya dipakai keluarga perempuan kerajaan untuk salat mengaji dan kegiatan kegamaan lainnya . Sebab, perempuan saat itu dilarang masuk masjid.

Begitu ke belakang bangunan Taj Mahal, pengujung bisa menyaksikan eloknhya Sungai Yamuna yang lebar berada di tepi Taj Mahal. Sungguh, pemandangan luar biasa indahnya dengan latar balakang Benteng Agra , atau benteng merah di seberang sungai.

Selain bangunan inti Taj Mahal. Di kompleks ini juga dilengkapi masjid, museum, dan ruang musik. Tapi, semua ruang itu ditutup untuk publik. Hanya dibuka di hari tertentu. Sedangkan masjid dipakai untuk salat Jumat.

Komplek Taj Mahal yang menempati areal seluas 22,44 hektar juga dilengkapi 22 taman dan 43 kolam. Suasananya sangat bersih dan rindang. Pengunjung yang sudah menelusuri semua bangunan Taj Mahal bisa bersantai sejenak di sudut-sudut taman yang banyak bertebaran di kompleks ini.

Begitu keluar dari pintu beranda pengunjung disambut deretan kios pedagang menawarkan beragam aksesori. Mulai miniatur Taj Mahal, kain sari, sampai batu cincin, dan barang suvenir lainnya. Untuk kembali ke lokasi parkir kendaraan semula pengujung bisa naik becak motor karena harus memutar. Tarifnya, sekitar 50 rupees.

Saat penulis keluar Taj Mahal menuju Kota Agra Minggu (11/9/2011) jalanan macet total. Itu karena ada semacam ritual agama pemeluk Hindu. Pemeluk Hindu yang menghiasi aneka warna di rambut dan mukanya terlihat tumplek blek dengan aneka kendaraan. Mulai truk bus, sampai cikar. Mereka terus menyanyi dan menari sepanjang jalan. Penuh semangat layaknya di TV film India.

Apalagi polisi yang berjaga hanya satu dua. Mereka kewalahan mengatur lalu lintas. Apalagi, pengendara India suka saling serobot. Bahkan melawan arus. Tak ayal jalanan macet total hingga dua jam. Beberapa turis asing dan Jepang yang naik mobil tirus terpaksa turun dari mobil. Selanjutnya berjalan kaki menuju Taj Mahal.

Taj Mahal berasal dari bahas Urdu. Artinya sebuah monumen yang yang terletak di Agra, India.

Pembangunannya menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adikarya dan arsitektur terindah di zamannya, bahkan sampai kini.
Syah Jahan adalah kaisar dari Kekaisaran Mughal yang memiliki kekayaan sangat besar selama masa kejayaannya. Pada 1631 istri keduanya wafat sewaktu melahirkan putrinya, Gauhara Begum, anak ke-14 mereka.

Bangunan itu berawal dari sebuah janji. Tahun 1631, Mumtaz Mahal terbaring sekarat di sisi suaminya Syah Jahan, setelah melahirkan Gauhara Begum.
Perempuan itu menagih empat janji dari sang raja. Di antaranya, memohon dibangunnya sebuah Taj, menuntut perlakuan baik suaminya kepada anak-anak mereka, dan memintanya untuk mengunjungi makamnya secara teratur.
Tak lama kemudian Mumtaz Mahal pun meninggal. Syah Jahan sangat terpukul atas kematian istrinya. Setelah mengurung diri dan berkabung selama dua tahun Syah Jahan pun mewujudkan janji bagi sang istri tercinta.

Syah Jahan memerintahkan Ustad Ahmad membuat bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20 ribu orang pekerja terdiri atas tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia. Juga seribu gajah untukmenarik bahan bangunan Taj Mahal.

Dengan bumbung, kubah, dan menara yang dibuat dari marmer putih, serta seni mozaik yang indah. Sebanyak 43 jenis batu permata di antaranya, berlian, jed , kristal, topaz dan nilam digunakan untuk memper indah Taj Mahal. Pembuatan Taj Mahal memakan masa selama 22 tahun.

Taj Mahal adalah lambang cinta. Mengapa? Itu bermula saat Syah Jahan, awalnya bernama Khurrum Shihab-ud-din Muhammad, pangeran dari Dinasti Mughal, lahir 1592 di Lahore (kini masuk Pakistan) dan menjadi putra ketiga paling disayang Kaisar Jahangir.

Dia diplot sang kaisar menggantikannya kelak, sehingga dididik bidang budaya, pengetahuan, dan seni bela diri, serta kemiliteran.

Di usia 16 tahun dia mengejutkan ayahnya dengan desain markasnya di dalam Benteng Kabul dan mendesain ulang Benteng Agra, setelah diberi wewenang sang ayah memimpin pasukan.

Dia kemudian menikah dengan Akbarabadi Mahal, menyusul istri keduanya, Kandahari Mahal. Tetapi cinta sejati justru berkembang saat dia jatuh hati pada gadis belia 14 tahun Arjumand Banu Begum, cucu bangsawan Persia.

Khurrum harus menunggu selama lima tahun sebelum diizinkan menikahi gadis menawan itu pada 1612. Dan seusai pesta pernikahan yang megah itu, istri ketiganya itu diberi julukan Mumtaz Mahal Begum. Mumtaz Mahal justru menjadi istri paling disayang dan dimanjakannya. Begitu pun sang istri ini selalu menemani Jahan dalam setiap penugasan ke luar daerah.

Setia menemani di dalam istana, maupun di tenda-tenda dalam perjalanan sang pangeran. Cinta kedua anak manusia ini sangat romantis, intim, dan harmonis.
Dalam misi tempur dari sang ayah pada 1617, berkat didampingi Mumtaz, Khurrum berhasil menaklukkan Lodi di Decan, serta mengamankan wilayah perbatasan selatan kerajaan Dinasti Mughal. Dia pundianugerahi gelar “Syah Jahan Bahadur” oleh sang ayah. Gelar yang memastikannya akan menduduki takhta dinasti kelima Mughal.

Sejak Syah Jahan masih jadi pangeran dan panglima perang, Mumtaz Mahal selalu mendampinginya dalam senang maupun susah. Kisah cinta mereka tersiar di kalangan prajurit dan rakyat. Sampai akhirnya, ketika Syah Jahan menggantikan posisi ayahnya sebagai raja, Mumtaz Mahal selalu setia.

Semua kisah cinta itu tak terlupakan oleh Syah Jahan sampai akhir hayatnya. Ketika sang istri meninggal, dia pun merasa amat terpukul. Namun semua kenangan akan cinta sejatinya dituangkan dalam pembangunan Taj Mahal. Selama 22 tahun (sejak 1631) sampai 1653, keseluruhan Taj Mahal rampung dibangun.

Tapi, di balik kemegahan Taj Mahal juga menyimpan misteri. Kabarnya setelah selesai pembangunan Taj Mahal, tangan semua ahli dan pekerja terlatih dipotong. Guna memastikan tidak akan ada bangunan lain yang bisa menandingi keindahannya.

Cerita itu mirip dengan para pekerja piramida Mesir. Begitu pembuatan piramida tuntas, mereka pun dipaksa menggali kubur sendiri-sendiri oleh tentara kerajaan. Setelah itu mereka dikubur di lubang-lubang piramida. Agar rahasia piramida ikut terkubur bersama para pekerjanya. (yog/bersambung)