KULONPROGO – PT Mitra Pratama Mobilindo selaku Autorized Hino Deler Jogja mengambil peluang hadirnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) dengan menggelar small ghatering di RM Gudeg Mbah Karyo Jalan Wates-Kulonprogo, Sabtu malam (21/7).

Hadir dalam kesempatan itu, Area Seles Koordinator Jateng dan Bali, Hino Motor Seles Indonesia Panji Bramantie R, perwakilan dari Mandiri Tunas Vinace Jogja, Hino Finance Indonesia dan Asia Finace, serta para pelanggan Hino dari DIJ, Jawa Tengah, dan sekitarnya.

Acara ini kerja sama Hino Motor Seles Indonesia dengan PT Mitra Pratama Mobilindo untuk mengeratkan silaturhami dengan customer, sekaligus sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan yang telah setia menggunakan Hino. “Acara ini juga untuk membaca pasar, dan menangkap prospek baru,” katanya.
Menurutnya, prospek Hino di Kulonprogo cukup cerah, pesatnya pembangunan infrastrktur, khususnya pembangunan bandara dipastikan mendongkrak segmen konstruksi, Hino kategori II akan ambil bagian dalam moda angkutan material baik batu dan tanah.”Dengan adanya bandara baru bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menguatkan daya beli serta mendongkrak penjualan kami,” ujarnya.

Branch Manager (BM) PT Mitra Pratama Monilindo Autorized Hino Dealer Jogja Agus Supra berharap NYIA akan mengukit ekonomi masyarakat. Salah satu parameter tumbuhnya perekonomian yakni pertumbuhan bangunan dan jalan. Hino siap mengambil kesempatan tersebut. Masyarakat bisa melakukan pengadaan unit kendaraan, perawatan hinga edukasi supir truk.
Berdasarkan data, market share Hino di DIJ, 18 truk terbeli setiap bulannya. Kendati Kulonprogo berada di urutan ketiga dibanding Sleman dan Bantul, namun dengan pertumbuhan Kulonprogo, bisa menjadi nomor satu di DIJ.
Di tengah kompetitor yang banyak, Hino mencoba akan berusaha mewarnai. “Kami gandeng para pengusaha lokal, kami tunjukkan produk Hino secara rigid dan detil supaya konsumen bisa lebih paham dan mantab memakai produk Hino,” ucapnya.

Marketing Head Asia Finace Agus Wardoyo mengungkapkan, geliat perekonomian sebagai imbas proyek fisik dan non fisik di Kulonprogo sudah kian terasa. Segmen paling banyak adalah konsumen lama untuk kategori II. Pelanggan lama lebih aman. Mereka biasanya bergulat dalam usaha yang tidak berisiko tinggi, tidak masuk daerah rawan bencana dan kebanyakan penambangan resmi atau legal.

Menurutnya, Hino sebagai produk yang teruji ketangguhannya telah membuat eksis uasaha jasanya. Varian yang paling banyak diminati yakni kategori II dum truk dan boks ekspedisi. “Hino kategori II akan semakin tumbuh, seiring dengan banyaknya program pemerintah yang akan mendongrak penjualan Hino,” ujarnya.

Albertus Setria Darma dari Hino Finance Indonesia mengungkapkan akan full mendukung Kulonprogo yang sangat strategis ini. Harapannya, market share Hino untuk jenis dum truk dan bus akan merajai jalanan. (tom/din/mg1)