Kepada
Yth. Pimpinan DPRD DIY
Di
YOGYAKARTA

Sebagaimana kita ketahui, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meliputi lima kabupaten/kota memiliki sejarah panjang kebencanaan. Secara geografis, geologis dan hidrometeorologis punya karakteristik alam yang menyimpan 12 ancaman bencana.
Salah satu upaya pengurangan risiko bencana dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko bencana.
Masyarakat perlu dibekali kemampuan mitigasi bencana sehingga akan meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menanggulangi bencana. Bila sewaktu-waktu terjadi bencana telah siaga dengan mengerahkan segala potensi di lingkungannya.Masyarakat merupakan penerima dampak langsung dari bencana sekaligus pelaku.
Menyadari hal itu, kami menyampaikan aspirasi, apa langkah atau kebijakan DPRD DIY dalam rangka ikut mendorong masyarakat agar menjadi tangguh menghadapi dampak bencana sehingga risiko korban jiwa, kerugian harta, dan lainnya bisa diminimalkan.
Ini terkait penanggulangan bencana tidak lagi dititikberatkan pada penananganan kedaruratan, tapi lebih ditekankan pada upaya pengurangan risiko bencana.
Demikian aspirasi kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Yogyakarta 16 Juli 2018

L. Anjar Rohani
Wiyoro Kidul 008, Baturetno, Banguntapan, Bantul

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Penanggulangan Bencana
Pertama kali, kami ucapkan terima kasih atas aspirasi yang saudara sampaikan. Benar apa yang saudara sampaikan bahwa potensi resiko bencana perlu diminimalkan.Upaya mitigasi bencana yang tepat perlu menjadi pengetahuan bagi semua warga. Tanpa kecuali.
Perlu kami informasikan, berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY terdapat 301 dari 438 desa/kelurahan se-DIY memiliki potensi ancaman risiko bencana. Karena itu, kami mendorong daerah yang berpotensi resiko ini mendapatkan kesempatan pelatihan dan fasilitasi menjadi desa atau kelurahan tangguh bencana.
Belum lama ini kami mengadakan reses dengan mengundang 150 pengurus kelurahan tangguh bencana (katana) di Kota Yogyakarta, lurah dan BPBD DIY. Dalam menghadapi risiko bencana kelurahan dan desa tak perlu lagi mengajukan proposal untuk mendapatkan fasilitasi pelatihan kebencanaan menjadi desa atau kelurahan tangguh bencana.
Komisi A DPRD DIY mendukung 438 desa/kelurahan mendapatkan fasilitasi desa/kelurahan tangguh bencana. Alhamdulillah saat ini 218 desa/kelurahan sudah mendapatkan fasilitasi. Ditargetkan pada 2022 seluruh desa/kelurahan mendapatkan fasilitasi pendidikan, pelatihan dan bantuan peralatan tangguh bencana.
Berdasarkan pemetaan resiko bencana, DIY memang tergolong lengkap potensi risikonya. Mulai risiko bencana gempa bumi, erupsi Merapi, angin kencang, bahaya longsor hingga risiko bencana kebakaran. Kami percaya masyarakat DIY memiliki semangat gotong royong yang hebat dalam membantu korban bencana, seperti pengalaman menghadapi bencana gempa atau Merapi.
Kesadaran atas risiko bencana dan semangat gotong royong ini merupakan modal utama dalam pengelolaan resiko bencana, di luar keterampilan atau peralatan. Untuk memperkuat ketangguhan masyarakat, pada 2018 ini Pemda DIY memfasilitasi 25 desa/kelurahan tangguh bencana.
Masyarakat mendapatkan pelatihan manajemen risiko bencana, dibantu alat petunjuk evakuasi dan berbagai pendidikan penanggulangan bencana lainnya. Kami harapkan ke depan Pemda DIY dapat membantu fasilitasi rapat- rapat pengurus destana/katana serta peralatan yang mendukung penanggulangan bencana seperti HT, mesin pemotong pohon, alat masak dan lain sebagainya.
Ke depan, Pemda DIY diharapkan ada pelatihan teknologi informasi kebencanaan untuk membantu pengurus katana/destana mengelola sistem informasi kebencanaan yang akurat, benar dan cepat, serta mampu menangkal hoax yang merugikan masyarakat
Pemda DIY dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se- DIY kami rekomendasikan melakukan koordinasi dan penyelerasan perencanaan pembangunan desa/kelurahan tangguh bencana, kampung tangguh bencana dan kampung siaga bencana. Prinsipnya kami mendukung dari sisi kebijakan dan penganggaran sepanjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Guna menumbuhkan kesadaran bersama, perlu digerakan potensi kearifan lokal di masyarakat untuk bersama melakukan pencegahan dengan menanam pohon yang bisa bermanfaat bagi lingkungan. Dengan cinta lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan bisa mengurangi risiko banjir dan penyakit. Kami juga ajak para pengusaha melalu program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan bisa membantu masyarakat dalam usaha penanggulangan bencana.
Demikian atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.
Yogyakarta, 23 Juli 2018
Ketua Komisi A DPRD DIY

Eko Suwanto