PURWOREJO- Upaya untuk membangkitkan perajin batik yang tersebar di seluruh Purworejo terus dilakukan. Salah satu caranya dengan gencar melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para perajin.

Tidak semata-mata agar sekadar bisa saja, para perajin yang baru menggeluti batik pun mendapatkan sentuhan. Harapannya, mereka bisa mendapatkan peningkatan ekonomi dari usaha itu.”Dulu kami punya banyak pembatik, tapi mereka sudah lama istirahat dan perlu diberikan sedikit pelatihan lagi,” kata Kasi Industri Logam Mesin Elektronika dan Aneka Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Purworejo Sofiati Luhuri di sela kegiatan pelatihan membatik di Desa Ngaran, Kaligesing, Kamis (26/7).

Sofiati mengatakan jika selama ini pembatik masih terjebak dengan pola lama dan perlu mendapatkan sentuhan ketrampilan lebih jauh. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai jual batik yang dihasilkan.”Pelatihan ini memang ditujukan untuk peningkatan kreativitas dan keterampilan para pembatik,” imbuh Sofiati.

Diungkapkannya, dalam sebuah pelatihan tidak dilakukan dalam tempo sehari saja. Biasanya penyelenggaraan pelatihan memakan waktu hingga tiga hari. Dalam pelatihan ini dihadirkan instruktur dari luar daerah.

Pelatihan ini menjadi kegiatan lanjutan karena sebelumnya telah mendapatkan pembinaan. Materi yang diberikan pun berbeda dan lebih fokus pada materi pengembangan dan penambahan variasi batik. “Materi yang disajikan kali ini tentang batik klasik, batik kontemporer, batik mabling, dan batik canthing,” tambahnya.

Ketua Kelompok Batik Desa Ngaran Kaligesing Sunarti mengatakan, hingga saat ini anggota kelompok mencapai 20 orang. Warga dulunya pernah memproduksi batik namun tidak berjalan maksimal dan macet. Pelatihan ini menjadi berkah tersendiri karena mendorong masyarakat untuk menekuni kembali.”Semoga dengan adanya pengetahuan dan pelatihan variasi corak batik ini akan menggiatkan anggota kelompok dan bisa rutin berproduksi,” kata Sunarti. (udi/din/fn)