SAHABAT Radar Kid, siapa yang pernah menonton animasi robot? Nah, di era modern ini, teknologi semakin berkembang pesat. Jika dahulu robot hanya bisa dinikmati dalam film animasi, kini bisa bersinggungan langsung dengan robot asli. Bahkan bisa terlibat langsung dalam perakitan robot.

Seperti yang dilakukan teman-teman di SD Muhammadiyah Sapen. Di sana, ada satu ekstrakulikuler yang khusus membahas robot. Pengampunya adalah Muhammad Rifdan dibantu oleh beberapa temannya. Seperti apa keseruannya?

Rifdan, sapaan karibnya, menjelaskan, jika ekstrakulikuler robotik ini diperuntukkan bagi siswa kelas 1 hingga 5. Dalam setiap kelas ada tahapan yang harus dilalui oleh siswa.

“Pertama dan yang paling dasar adalah mengenalkan komponen robot,” jelasnya.

Rifdan menjelaskan, komponen itu meliputi dioda, katoda, dan anoda. Serta rangkaian elektronik lain. Diakuinya, mengajarkan robotik pada siswa sekolah dasar (SD) memang membutuhkan kesabaran ekstra. Karena pada kelompok usia SD kemampuan untuk mencerna materi masih terbatas sehingga yang diajarkan hanya sebatas pengenalan dasar.

Lebih lanjut, dia menuturkan, kegiatan ekstra robotik ini terbagi atas beberapa tahapan. Pada tahapan pertama atau kelas dasar, siswa diajarkan untuk belajar logika bagaimana merakit robot.

“Bahannya seperti dari lego yang dihubungkan dengan perangkat elektronik untuk membuat robot sederhana,” jelasnya.

Pada tingkat dasar ini, nantinya siswa diminta untuk dapat berkreasi sesuai imajinasinya. “Capaiannya bisa membuat robot yang bisa berjalan dengan empat kaki,” bebernya.

Kemudian pada tingkat lanjutan, siswa diajarkan untuk mensoldir rangkaian elektronik. “Tentu masih dalam pengawasan kami para guru,” tegasnya.

Rifdan mengatakan, melalui ektrakulikuler robotik ini, banyak manfaat yang didapatkan oleh siswa. Tentu saja, karena dalam merangkai sebuah robot diperlukan logika berpikir dan hitung-hitungan yang akurat. Sehingga dia menyebutkan ekstra robotik ini dapat merangsang kecerdasan motorik serta menambah kreativitas anak. (har/ila/fn)